Saatini AMP
Nasional

314 Ribu Kasus ISPA Dampak Karhutla, Kemenkes Siapkan 477 Rumah Oksigen dan Layanan Kesehatan Gratis

Kementerian Kesehatan menyiagakan 477 rumah oksigen dan mendistribusikan jutaan masker N95 untuk menangani lonjakan 314.124 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Langkah tanggap darurat ini difokuskan di wilayah Kalimantan dan Sumatra guna memastikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terpapar kabut asap.

Oleh Gatot Wahyu
314 Ribu Kasus ISPA Dampak Karhutla, Kemenkes Siapkan 477 Rumah Oksigen dan Layanan Kesehatan Gratis

JAKARTA, saatini.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat merespons dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat.

Sebagai langkah penanganan darurat, Kemenkes menyiagakan sebanyak 477 rumah oksigen yang tersebar di berbagai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit, hingga lokasi strategis lainnya di daerah-daerah terdampak kabut asap.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, merinci bahwa ratusan fasilitas rumah oksigen tersebut disebar di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sebanyak 295 titik berada di Kalimantan Tengah, 127 titik di Kalimantan Selatan, 35 titik di Kalimantan Barat, 8 titik di Kalimantan Selatan, 5 titik di Jambi, 4 titik di Riau, serta 3 titik di Sumatera Selatan.

Langkah masif ini diambil menyusul lonjakan penderita gangguan pernapasan. Berdasarkan data PHEOC Kemenkes, paparan kabut asap karhutla di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota telah menyebabkan kumulatif kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menembus angka 314.124 kasus, di mana 70.890 penderita di antaranya merupakan balita usia 0–5 tahun.

Khusus pada 20 Oktober saja, tercatat ada penambahan 3,269 kasus ISPA baru di lapangan.

Guna menekan fatalitas, Kemenkes memperkuat kesiapan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit daerah untuk menyediakan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terserang penyakit akibat kabut asap, seperti ISPA hingga diare.

Tak hanya itu, Kemenkes telah mendistribusikan 578.878 paket obat-obatan, termasuk obat batuk, diare, dan antibiotik, serta 1.500 paket vitamin dan logistik kesehatan pendukung lainnya.

"Sudah terkirim sekitar 3,7 juta masker N95 dan masker bedah, dari rencana 500 ribu per provinsi, oxygen concentrator, APD, dan lainnya," ungkap Aji menjelaskan rincian bantuan logistik medis di lapangan.

Penanganan darurat ini didukung oleh pemobilisasian lebih dari 2.600 tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri atas dokter, perawat, hingga ahli epidemiologi.

Kemenkes juga mengintegrasikan pemantauan kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), menyediakan edukasi publik, serta menghadirkan dasbor pemantauan digital untuk memudahkan warga menemukan lokasi rumah oksigen terdekat.

Langkah sigap ini sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menegaskan bahwa pemenuhan logistik kesehatan di daerah terpapar asap tebal tidak boleh terhambat dan wajib mendapatkan kucuran dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, Kemenkes bersama pemda, LSM, serta nakes lokal turut mengoperasikan layanan posyandu door-to-door atau penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga.