SINGAPURA, 21 Mei 2026 /PRNewswire/ -- ATxSummit 2026 yang digelar Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura resmi dibuka pada malam ini melalui jamuan makan malam di Gardens by the Bay. Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam, hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut. Tahun ini, ATxSummit mempertemukan pimpinan pemerintah dari Asia, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, serta organisasi internasional seperti Bank Dunia, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan International Telecommunication Union (ITU). Ajang tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh industri dan akademisi global, antara lain Chief Revenue Officer OpenAI Denise Dresser, Chief Global Affairs & Legal Officer Amazon David Zapolsky, CEO Trip.com Group Jane Sun, Chief Scientist NVIDIA William Dally, pelopor deep learning dari University of Montreal Profesor Yoshua Bengio, serta Profesor Dawn Song dari University of California, Berkeley, sosok yang dikenal atas riset tentang keamanan AI dan machine learning tepercaya.
Finalists from AI Ready ASEAN Youth Challenge and distinguished guests at the Opening Gala Dinner of ATxSummit 2026.
Generasi Muda ASEAN Memamarkan Solusi AI untuk Masyarakat
Sebagai salah satu sorotan utama dalam jamuan makan malam pada tahun ini, para pemuda dari AI Ready ASEAN Youth Challenge edisi perdana memamerkan 11 proyek. Dengan tingkat adopsi AI di ASEAN yang mencapai 85% pada 2024, sederet proyek ini menunjukkan kiprah generasi muda ASEAN yang mulai memanfaatkan AI untuk menjawab berbagai persoalan sosial. Dari lebih 600 proposal dari seluruh negara anggota ASEAN, 11 proyek ini kemudian terpilih sebagai pemenang. Proyek tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, inklusi sosial, dan pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan masyarakat.
Presiden Tharman menyerahkan penghargaan utama kepada tim asal Brunei, Kamboja, dan Myanmar yang menghadirkan inovasi AI untuk bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kemajuan sains, dan pemberdayaan komunitas. Tim ΣHAI dari Brunei keluar sebagai juara utama lewat platform perawatan demensia berbasis AI yang memanfaatkan analisis suara, bahasa, dan video untuk deteksi dini, panduan personal bagi pendamping pasien, serta koordinasi layanan perawatan. Sementara itu, Voha.ai dari Kamboja membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk meningkatkan pelafalan melalui teknologi pengenalan suara seketika dan pelacakan gerak mulut. Dari Myanmar, tim Future Flux menghadirkan platform pendidikan AI luring berbasis edge computing untuk menyediakan pembelajaran digital, materi adaptif, dan layanan tutor AI bagi pelajar di wilayah pedesaan. Ketiga pemenang memperoleh hadiah masing-masing sebesar USD 5.000, USD 3.000, dan USD 1.000.
Director, Talent & Ecosystem, AI Singapore, Koo Sengmeng, mengatakan, "Program AI Ready ASEAN tak hanya membina generasi muda agar memahami cara kerja AI, namun juga menguasai penggunaan AI yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat."
Tim ΣHAI menuturkan, "Platform Sahabat-Care menjawab tantangan deteksi demensia dan membantu pendamping pasien di Asia Tenggara. AI membantu pendamping memperoleh informasi secara lebih cepat, panduan yang lebih personal, serta pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perawatan lansia."
AI Ready ASEAN Youth Challenge merupakan kompetisi ide regional yang digelar AI Singapore (AISG) bersama ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org dan kolaborasi IMDA. Kompetisi ini menjadi bagian dari inisiatif AI Ready ASEAN yang menargetkan peningkatan literasi dan kemampuan dasar AI bagi 5,5 juta orang di kawasan. Mengusung tema "AI for an Inclusive and Sustainable ASEAN", kompetisi ini melibatkan generasi muda usia 18–35 tahun untuk menciptakan solusi AI dalam tiga bidang utama, yakni pendidikan dan keterampilan, kemajuan sains, serta pemberdayaan komunitas. Setiap proposal wajib menunjukkan dampak nyata bagi sedikitnya 1.000 anggota masyarakat.
Kolaborasi AI untuk Riset dan Layanan Kesehatan
Sebelumnya, pada hari yang sama, dua nota kesepahaman (MoU) ditandatangani dalam SingHealth AI in Health Symposium di Capella Singapore sebagai acara pendahuluan (pre-event) ATxSummit 2026. Kerja sama tersebut ingin mempercepat riset kesehatan berbasis AI dan pengembangan solusi layanan kesehatan bagi pasien dan sistem layanan kesehatan. Kolaborasi ini dinilai penting mengingat negara-negara Asia Tenggara menghadapi tantangan penuaan penduduk, meningkatnya penyakit kronis, dan akses layanan kesehatan yang belum merata. AI dinilai mampu membantu pengambilan keputusan klinis, mendukung tenaga kesehatan, serta memperluas akses layanan kesehatan bermutu.
Informasi selengkapnya tentang ATxSG: asiatechxsg.com.
Media: atxsg.imda@archetype.co
Survei 11th ASEAN Economic Community Dialogue. asean.org/wp-content/uploads/2024/07/ASEAN-for-Business-Bulletin-Special-Edition.pdf |