Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas dalam baku tembak dengan personel TNI di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Papua Pegunungan, pada Jumat (23/10/2026). Dalam insiden tersebut, aparat berhasil mengamankan berbagai barang bukti termasuk senjata, perangkat komunikasi, serta uang tunai senilai Rp88 juta.
JAYAPURA, saatini.com - Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dalam insiden kontak tembak melawan personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema. Kontak senjata tersebut pecah di kawasan Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengonfirmasi bahwa baku tembak terjadi pada Jumat (23/10/2026) ketika prajurit TNI tengah melakukan patroli pengamanan wilayah.
Kontak tembak berawal saat tim patroli menindaklanjuti informasi warga mengenai keberadaan anggota KKB Kodap III/Ndugama-Nderakma di sekitar pemukiman penduduk.
"Saat dilakukan pemeriksaan, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi baku tembak," terang Brigjen TNI Riyanto di Jayapura, Sabtu (24/10/2026).
Dalam aksi baku tembak tersebut, dua orang yang diduga kuat merupakan anggota kelompok bersenjata tewas di lokasi kejadian, sementara anggota KKB lainnya melarikan diri ke dalam hutan.
Meskipun identitas kedua korban tewas masih menjalani pemeriksaan intensif, prajurit TNI di lapangan telah berhasil mengamankan berbagai barang bukti penting:
"Setiap tindakan prajurit dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," tegas Brigjen TNI Riyanto.
Pasca-kejadian tersebut, Koops TNI Habema kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua sembari mengimbau anggota KKB yang masih bersembunyi untuk segera menyerahkan diri.
Pihak TNI membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga yang ingin kembali ke tengah masyarakat dan menghentikan segala aksi teror bersenjata.
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," imbau Brigjen TNI Riyanto.