Saatini AMP
Pers Rilis

Bali menjadi tuan rumah Cambridge Schools Conference dan meluncurkan lima komunitas sekolah baru untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik

Oleh Tim Saat Ini

Para pemimpin sekolah berkumpul di Bali untuk membahas pendidikan yang siap menghadapi masa depan
Lima komunitas regional baru diluncurkan untuk mendukung para guru di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik

BALI, Indonesia, 19 Desember 2025 /PRNewswire/ -- Grup International Education dari Cambridge University Press & Assessment (Cambridge) telah mempertemukan lebih dari 340 pemimpin sekolah dan guru dari berbagai negara dalam sebuah konferensi internasional di Bali, Indonesia. Konferensi ini berfokus pada upaya mempersiapkan siswa agar mampu berkembang dan berhasil di tengah masa depan yang berubah dengan cepat.


Cambridge Communities

Cambridge Schools Conference (CSC) dihadiri oleh para peserta dari lebih dari 200 Sekolah Cambridge International yang berasal dari 37 negara. Bali, yang merupakan rumah bagi 19 sekolah Cambridge, menjadi lokasi penyelenggaraan CSC secara tatap muka. Tema konferensi ini diambil dari laporan terbaru Cambridge, Future-ready: Preparing learners to thrive in the future, yang mengeksplorasi bagaimana sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan Cambridge dapat membekali generasi muda dengan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang dibutuhkan di era transformasi global.

Selama konferensi yang berlangsung selama tiga hari, para pendidik membahas pendekatan-pendekatan inovatif dalam pengajaran dan kepemimpinan, serta berbagi praktik terbaik. Dr Ben Schmidt dari Cambridge University Press & Assessment mengatakan:

"Konferensi ini sangat berharga karena memberi kami kesempatan untuk mendengar langsung dari para pemimpin sekolah dan guru, belajar dari pengalaman mereka, serta bertukar gagasan mengenai pendekatan terbaru dalam pengajaran dan pembelajaran guna mempersiapkan siswa menghadapi masa depan."

Peluncuran komunitas regional baru untuk mendukung para guru

Konferensi ini juga menandai peluncuran lima komunitas Cambridge baru yang dirancang untuk mendukung para guru dan pemimpin sekolah di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik (SEAP). Peluncuran ini dilakukan pada saat yang sangat penting bagi pendidikan global. Menurut UNESCO, kekurangan guru di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai 44 juta pada tahun 2030. Di Indonesia sendiri, data terbaru menunjukkan kekurangan sekitar 1,3 juta guru, dengan sebagian di antaranya saat ini mengajar tanpa sertifikasi formal.

Lima komunitas tersebut adalah:

Berbicara mengenai alasan pembentukan komunitas ini saat ini, Kanjna Paranthaman, Regional Director, Southeast Asia & Pacific, International Education, Cambridge, mengatakan:

"Cambridge adalah sebuah komunitas yang terdiri dari lebih dari 10.000 sekolah di 160 negara. Di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, kami menyadari adanya keinginan yang kuat dari para pendidik untuk saling terhubung. Dengan begitu banyak pengalaman dan pengetahuan yang tersedia, kami ingin membantu mereka berkumpul dan berbagi praktik terbaik yang dapat diterapkan di ratusan, bahkan ribuan, ruang kelas."

Referensi:

  1. Global report on teachers: addressing teacher shortages and transforming the profession,
    UNESCO, 2024.
  2. Addressing Indonesia's Teacher Shortage: Strategies and Collaborations for Quality Education
    Tanoto Foundation. October 2023

 


Cambridge Schools Conference, Bali 2025