Saatini AMP

Bank J Trust Indonesia Siapkan Pergantian CEO, Ini Rekam Jejak Abdullah Firman Wibowo di Industri Perbankan

Oleh Tim Saat Ini
Strategi Bank J Trust Indonesia menuju 2027 mencakup penguatan tata kelola, struktur organisasi, dan kesiapan operasional. Abdullah Firman Wibowo dipersiapkan untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya.

BISNIS.SAATINI.COM - Mengapa Bank J Trust Indonesia memilih Abdullah Firman Wibowo sebagai calon pemimpin baru ketika korporasi bersiap memperbesar skala bisnis mulai 2027?

Apa hubungan pengalaman Abdullah memimpin BNI Syariah dan bertugas di Tokyo dengan strategi pengembangan bisnis bank yang dikendalikan J Trust Group?

Bagaimana pergantian Ritsuo Fukadai dapat memengaruhi arah ekspansi, hubungan nasabah korporasi Jepang, serta penguatan bisnis perbankan Bank J Trust Indonesia?

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) menyiapkan Abdullah Firman Wibowo sebagai calon direktur utama untuk menggantikan Ritsuo Fukadai yang mengajukan pengunduran diri.

Perubahan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari persiapan memasuki fase ketiga pengembangan bisnis mulai tahun buku 2027.

Pengalaman Abdullah di perbankan nasional dan internasional menjadi salah satu pertimbangan, terutama rekam jejaknya di BNI serta pengalaman sebagai General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo.

Namun, penunjukan tersebut belum final karena masih membutuhkan persetujuan RUPS, OJK, dan regulator terkait.

Kepemilikan J Trust Group Sejak November 2014 Membentuk Arah Pengembangan Bank J Trust

J Trust Group resmi menjadi pemegang saham pengendali Bank J Trust Indonesia pada November 2014.

Setelah perubahan kepemilikan tersebut, bank memulai operasional penuh pada 2015 dengan menyusun strategi pengembangan bertahap di pasar domestik.

Tahap pertama diarahkan pada pemulihan fondasi bisnis, penetrasi pasar, pembenahan tata kelola, dan restrukturisasi operasional.

Pada tahap kedua, bank memperkuat pertumbuhan melalui optimalisasi jaringan usaha, kemitraan strategis, peningkatan DPK, dan penyaluran kredit berkualitas.

Perluasan nasabah korporasi Jepang maupun Indonesia menjadi bagian penting dalam perkembangan portofolio bisnis tersebut.

Pengalaman Abdullah Firman Wibowo di BNI Tokyo Menjadi Modal Kemitraan Indonesia - Jepang

Abdullah Firman Wibowo memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri perbankan melalui berbagai jabatan di BNI.

Ia pernah menangani treasury, manajemen risiko bisnis, perbankan internasional, dan pengembangan perusahaan anak.

Abdullah kemudian dipercaya menjadi Presiden Direktur BNI Syariah serta Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Pengalaman lainnya diperoleh ketika menjadi General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo yang memberinya pemahaman tentang etika bisnis dan hubungan kemitraan Indonesia-Jepang.

Rekam jejak tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan nasabah korporasi dan memperluas hubungan bisnis Bank J Trust Indonesia.

Bank J Trust Menyiapkan Ekspansi Mandiri dan Peningkatan Skala Bisnis Mulai Tahun Buku 2027

Memasuki 2027, Bank J Trust Indonesia menargetkan fase ketiga berupa pertumbuhan mandiri dan peningkatan skala bisnis secara penuh.

Untuk mendukung agenda tersebut, bank mempersiapkan struktur manajemen, kesiapan operasional, serta strategi bisnis sejak awal tahun buku.

Penguatan tata kelola menjadi perhatian karena manajemen membutuhkan organisasi yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri perbankan.

Bank menyatakan, "Kami terus mempersiapkan pelaksanaan tahap ketiga pertumbuhan melalui penguatan tata kelola dan struktur manajemen yang tangguh, adaptif, serta berorientasi pada pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan."

Penunjukan Abdullah diharapkan dapat memperkuat penetrasi ke segmen korporasi lokal, BUMN, dan institusi syariah.

Kinerja Kredit dan Permodalan Bank J Trust Menjadi Fondasi untuk Menjalankan Strategi Pertumbuhan

Paparan publik J Trust Bank pada September 2026 mencatat penyaluran kredit sebesar Rp29,25 triliun per Juni 2026, meningkat 8,59% dari Desember 2025.

DPK mencapai Rp33,92 triliun, sedangkan total modal meningkat menjadi Rp3,71 triliun.

CAR bank juga naik menjadi 14,53% dari posisi akhir 2025 sebesar 12,53%.

Namun, laba bersih semester I-2026 turun 28,91% menjadi Rp80,23 miliar dibandingkan Rp112,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya strategi peningkatan pendapatan, efisiensi pendanaan, dan pengembangan kredit berkualitas.

Pengunduran Diri Ritsuo Fukadai Buka Proses Suksesi Kepemimpinan Bank J Trust Menuju 2027

Ritsuo Fukadai menyampaikan pengunduran diri melalui surat tertanggal 30 Oktober 2026 kepada pemegang saham dan Dewan Komisaris J Trust Bank.

Ia telah menjabat sebagai Presiden Direktur atau CEO sejak 2019 dan memimpin bank selama lebih dari tujuh tahun.

Dalam suratnya, Fukadai menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham, Dewan Komisaris, serta seluruh tim atas dukungan selama masa kepemimpinannya.

Pengunduran diri tersebut baru berlaku setelah memperoleh persetujuan RUPS dan OJK sesuai ketentuan yang berlaku.

Transisi kepemimpinan BCIC menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Indonesia-Jepang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing Bank J Trust pada 2027.****