Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 4,5 juta ton, melonjak 200 persen berkat produksi dalam negeri yang kuat. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok melimpah tersebut menjamin keamanan pangan nasional dalam menghadapi ancaman El Nino ekstrem.
JAKARTA, saatini.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada dalam kondisi sangat aman, yakni mencapai 4,5 juta ton.
Melimpahnya stok beras ini merupakan buah dari langkah antisipasi dan persiapan matang yang dilakukan pemerintah selama dua tahun terakhir guna menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem serta kekeringan.
Amran menegaskan, pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino berkekuatan tinggi serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpotensi menurunkan curah hujan nasional. Langkah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terbukti efektif menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan iklim.
"Insya Allah, kami sudah persiapkan dua tahun sebelumnya menganticipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (cadangan beras pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman," tegas Amran di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan catatan Bapanas, pencapaian stok CBP sebesar 4,5 juta ton ini mengalami peningkatan eksponensial hingga 200 persen dibandingkan periode Oktober dua tahun lalu (Oktober 2023), yang saat itu tercatat hanya sebesar 1,51 juta ton.
Istimewanya, lonjakan stok CBP tersebut sepenuhnya diserap dari hasil produksi beras dalam negeri tanpa mengabaikan ekosistem pasar swasta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi total produksi beras nasional periode Januari–September 2026 diperkirakan mencapai 28,39 juta ton.
Dari angka tersebut, penyerapan pemerintah dalam bentuk setara beras berkisar 4,1 juta ton atau sekitar 14,4 persen. Porsi terbesar sisanya masih tetap diserap oleh produsen dan penggilingan beras swasta.
Melihat tren positif produksi dan ketersediaan pasokan yang melimpah, Amran optimis Indonesia berada di jalur yang tepat untuk kembali meraih predikat swasembada pangan berkelanjutan pada tahun 2026, terlebih dengan datangnya musim penghujan dalam waktu dekat.
"Insya Allah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, Presiden kita yang kita cintai, (akan mencapai) swasembada berkelanjutan," ujar Amran.
Selain beras, Bapanas juga memastikan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk berbagai komoditas utama lainnya berada pada level aman: Jagung Pakan tersedia sebanyak 84 ribu ton, Minyak Goreng tersedia 26 ribu kiloliter yang dikelola oleh Perum Bulog dan ID Food, serta Daging Ayam tersedia 39 ton di ID Food.
Sementara itu, untuk komoditas yang bersifat mudah rusak (perishable) seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah optimis kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara reguler dari produksi dalam negeri. Hal ini didukung oleh tingginya angka surplus produksi dibandingkan tingkat konsumsi nasional sepanjang tahun.