Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) dan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan sebagai bagian dari program Gampang Kerja untuk memperluas akses informasi lowongan secara inklusif. Layanan yang beroperasi setiap Jumat di Kantor Disnaker ini merupakan hasil kolaborasi dengan Apindo dan FKPT guna menjembatani kebutuhan dunia usaha, termasuk menyediakan pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas.
TANGERANG, saatini.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menghadirkan terobosan nyata dalam menekan angka pengangguran melalui program prioritas Gampang Kerja. Terbaru, Pemkot Tangerang resmi meluncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) serta Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.
Program hasil kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Forum Komunikasi Personalia Tangerang (FKPT) ini hadir secara rutin setiap hari Jumat pukul 08.00–16.00 WIB di Kantor Disnaker Kota Tangerang, Cikokol.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa kehadiran Pojok JoKer memperkuat ekosistem bursa kerja (job fair) yang selama ini rutin digelar di tingkat kota, kecamatan, hingga sekolah.
"Melalui JoKer, kami ingin mempermudah akses informasi lowongan sekaligus memperluas kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas," tutur Ujang di Kantor Disnaker Kota Tangerang, Jumat (23/10/2026).
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan pentingnya akses ketenagakerjaan yang ramah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Kehadiran ULD Ketenagakerjaan menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendampingi pencari kerja disabilitas agar terserap di dunia industri sesuai potensi mereka.
"Setiap orang memiliki kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan hidup mandiri. Melalui JoKer dan ULD, kita ingin memperluas akses informasi, pendampingan, dan kesempatan kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas sesuai dengan potensi dan kemampuannya," tegas Maryono.
Maryono menambahkan, sinergi erat bersama Apindo dan FKPT sangat vital untuk menjembatani kebutuhan riil dunia usaha dengan ketersediaan calon tenaga kerja di daerah.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas SDM, Maryono turut meninjau langsung pelaksanaan On the Job Training serta kelas pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang di Laboratorium Bahasa Disnaker.
Ia memotivasi para peserta agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga mental profesionalitas saat melamar pekerjaan.
"Jangan berkecil hati dengan langkah awal. Terus tingkatkan kemampuan, tunjukkan profesionalisme, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar," pesan Maryono.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Tangerang juga menyerahkan penghargaan kepada Apindo, FKPT, dan sejumlah perusahaan swasta yang secara konsisten mendukung bursa kerja inklusif serta merekrut tenaga kerja dari kalangan penyandang disabilitas.
Melalui gerakan 3G-Gampang Kerja, Pemkot Tangerang optimistis ketersediaan lapangan kerja yang transparan dan inklusif mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Tangerang secara merata.