Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk menghindari lokasi demo dan menggunakan jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Jakarta. Imbauan ini dikeluarkan menyusul digelarnya 26 aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Monas dan Gedung DPR/MPR RI. Sebanyak 9.505 personel gabungan telah dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut dan mengatur rekayasa lalu lintas.
JAKARTA, saatini.com - Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari sejumlah titik aksi demonstrasi di wilayah Jakarta, terutama bagi warga yang tidak memiliki keperluan mendesak.
Masyarakat juga diminta menggunakan jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat pengalihan arus di sejumlah ruas jalan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan imbauan tersebut bertujuan membantu masyarakat mengatur perjalanan di tengah berlangsungnya berbagai kegiatan penyampaian aspirasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan urgen dapat menghindari ataupun menggunakan jalur-jalur alternatif," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia meminta masyarakat memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas sebelum bepergian. Warga dapat memantau pengumuman pengalihan arus, rekayasa lalu lintas, serta jalur alternatif melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya.
Langkah tersebut dinilai penting agar pengguna jalan dapat memilih rute perjalanan yang lebih lancar dan menghindari kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Polda Metro Jaya mencatat terdapat 52 kegiatan masyarakat yang berlangsung pada hari ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 kegiatan merupakan aksi penyampaian aspirasi di muka umum.
Sejumlah lokasi aksi tersebar di kawasan strategis Ibu Kota, mulai dari Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, hingga Gedung DPR/MPR RI. Beberapa aksi lainnya berlangsung di sekitar gedung kementerian dan lembaga.
Banyaknya kegiatan tersebut membuat kepolisian menyiapkan langkah pengamanan sekaligus mengatur pergerakan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Petugas lalu lintas telah bersiaga sejak pagi untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
"Untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, personel dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama TNI telah dikerahkan sejak pagi hari di lapangan untuk melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas," ujar Budi.
Kepolisian mengingatkan pengguna jalan agar mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan dan menyiapkan rute cadangan, terutama jika hendak melintasi kawasan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, maupun Gedung DPR/MPR RI.
Untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib, sebanyak 9.505 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Personel tersebut terdiri atas 7.660 anggota Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal).
Petugas gabungan menjalankan tugas pengamanan di lokasi kegiatan sekaligus membantu mengatur arus kendaraan. Kepolisian berharap langkah tersebut dapat menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pengalihan arus lalu lintas maupun penyesuaian jalur berdampak terhadap perjalanan dan kegiatan rutin warga.
"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila di dalam kegiatan aktivitas harian terganggu karena ada pengalihan arus ataupun alternatif ruas-ruas jalan lainnya," katanya.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa aparat akan mengawal penyampaian aspirasi agar berlangsung aman, damai, dan tertib. Pada saat yang sama, kepolisian berupaya memastikan masyarakat lain tetap dapat menjalankan aktivitas dengan memperhatikan keselamatan dan hak asasi manusia.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, mematuhi arahan petugas, serta mengikuti perkembangan informasi lalu lintas dari kanal resmi kepolisian. Dengan mengetahui kondisi jalan lebih awal dan memanfaatkan rute alternatif, warga dapat mengurangi risiko terjebak kemacetan selama kegiatan unjuk rasa berlangsung.