Saatini AMP
Lifestyle

Jangan Salah! Ini Aturan Mandi yang Benar Agar Kulit Sehat dan Tak Kering

Ternyata sering mandi air panas bisa merusak lapisan pelindung kulit! Simak panduan lengkap durasi mandi, suhu air, hingga urutan keramas ideal dari para pakar dermatologi

Oleh Gatot Wahyu
Jangan Salah! Ini Aturan Mandi yang Benar Agar Kulit Sehat dan Tak Kering

JAKARTA, saatini.com - Mandi dikenal sebagai cara paling efektif dan hemat biaya untuk menjaga kebersihan tubuh dari kuman penyakit. Namun, tahukah Anda bahwa mandi terlalu sering atau menggunakan teknik yang salah justru dapat merusak kesehatan kulit dan menghilangkan kelembapan alaminya?

Dermatolog asal New York, Shari Marchbein, M.D., menjelaskan bahwa mandi berkaitan erat dengan mikrobioma serta lapisan ceramide alami pada permukaan kulit. Jika Anda terlalu sering mandi, Anda akan menghilangkan ceramide dari kulit sehingga kulit Anda akan menjadi kering dan gatal.

Para ahli menyarankan frekuensi mandi ideal sebenarnya berkisar antara tiga hingga maksimal tujuh kali dalam seminggu, disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan kondisi tubuh masing-masing.

Durasi Mandi dan Suhu Air 

Menurut Mona Gohara, M.D., Profesor Klinis Dermatologi dari Yale School of Medicine, Asosiasi Akademi Dermatologi Amerika merekomendasikan durasi mandi tidak lebih dari 10 menit agar fungsi pertahanan alami kulit atau skin barrier tidak terganggu.

Selain durasi, perhatian khusus juga harus diberikan pada suhu air. Anda harus menghindari air terlalu panas karena dapat mengikis lapisan pelindung kulit lebih cepat serta menyisakan residu sabun yang memicu iritasi. Cara termudah mengukur suhu air adalah dengan melihat cermin di atas wastafel.

Jika cermin berembun penuh dalam waktu satu atau dua menit, itu tandanya air Anda terlalu panas dan suhunya harus segera diturunkan. Jika ingin mandi sedikit lebih lama, masukkan lengan dan kaki secara bertahap ke dalam aliran air, lalu segeralah keluar sebelum ujung jari keriput.

Tips Memilih Sabun dan Perawatan Rambut Ideal

Guna menjaga kulit tetap sehat dan bebas iritasi, Anda perlu memilih sabun hipoalergik tanpa pewangi atau fragrance-free serta menghindari pemakaian sabun antibakteri secara berlebihan karena sifatnya yang keras pada kulit.

Dalam merawat rambut, instruktur klinis dermatologi di Weill Cornell Medical College, Michelle Henry, M.D., menyarankan agar keramas hanya dilakukan saat rambut mulai berminyak.

Jenis rambut halus cukup dicuci dua atau tiga hari sekali, sedangkan jenis rambut keriting atau kering dapat dicuci hingga tujuh hari sekali untuk mencegah kerusakan batang rambut.

Penggunaan kondisioner cukup diusapkan secara merata pada batang rambut lalu segera dibilas karena nutrisinya bekerja secara instan untuk menutup kutikula.

Urutan Mandi yang Benar 

Agar hasil pembersihan maksimal, Ketua Tim Kebersihan Domestik di CDC, Amy Freeland, Ph.D., membagikan tahapan mandi yang ideal dimulai dari mencuci rambut dan memijat kulit kepala secara lembut, lalu dibilas sebelum mengaplikasikan kondisioner.

Tahap berikutnya adalah mencuci seluruh area tubuh mulai dari leher hingga ujung kaki menggunakan sabun lembut, dilanjutkan dengan proses mencukur bila diperlukan. Langkah terakhir adalah mencuci wajah untuk memastikan seluruh sisa kondisioner atau sampo di garis rambut telah terbilas bersih.

Setelah selesai, keringkan tubuh dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk mikrofiber, lalu segera oleskan losion pelembab saat kulit masih terasa agak basah.

urutan mandi yang tepat Aturan mandi Mandi sehat Kulit sehat