Saatini AMP
Lifestyle

Jeep Wisata Gumuk Pasir Bantul Bakal Dipindah, Ada Misi Selamatkan Bentang Alam Unik!

Pemerintah Kabupaten Bantul akan memindahkan jalur jeep wisata Gumuk Pasir ke zona penyangga sisi barat pada akhir Oktober atau awal November untuk melindungi bentang alam unik dari kerusakan morfologi. Langkah ini merupakan bagian dari program restorasi guna mengurangi tekanan aktivitas kendaraan di zona inti kawasan tersebut.

Oleh Sigit Nugroho
Jeep wisata Gumuk pasir (Foto: Dok. ANTARA)

Pemkab Bantul menyiapkan jalur alternatif di sisi barat zona penyangga untuk mengurangi kerusakan morfologi gumuk pasir barchan. Pemindahan ditargetkan mulai akhir Oktober atau awal November.

BANTUL, Saatini.com — Aktivitas jeep wisata di Gumuk Pasir Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal mengalami perubahan rute. Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan jalur alternatif di sisi barat zona penyangga untuk melindungi bentang alam gumuk pasir barchan yang terancam mengalami kerusakan akibat lintasan kendaraan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menargetkan pemindahan jalur mulai berjalan pada akhir Oktober atau awal November. Langkah ini menjadi bagian dari program restorasi untuk mengurangi tekanan aktivitas wisata di zona inti Gumuk Pasir yang berada di sepanjang kawasan Pantai Selatan Bantul.

Rute Jeep Wisata Gumuk Pasir Bantul Bakal Berubah

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Saryadi mengatakan pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan perwakilan pelaku wisata jeep mengenai rencana pengalihan jalur. Pemerintah ingin kendaraan wisata keluar dari zona inti dan beralih ke kawasan penyangga di sisi barat.

“Kita sudah beberapa kali diskusi dengan teman-teman perwakilan pelaku jeep Gumuk Pasir untuk pengalihan rute, yakni keluar dari zona inti, pindah di zona penyangga bagian barat,” kata Saryadi di Bantul, Minggu.

Menurut Saryadi, dinasnya bersama perwakilan pelaku wisata mulai membuka jalur alternatif di lapangan pada pekan sebelumnya. Saat ini, mereka tengah menyusun laporan untuk disampaikan kepada pemerintah kabupaten sebagai bagian dari persiapan pemindahan rute.

Setelah laporan rampung, Dinas Pariwisata akan menyampaikannya kepada Bupati Bantul atau Sekretaris Daerah (Sekda). Pemerintah kabupaten kemudian diharapkan segera mengambil keputusan agar proses pemindahan dapat berjalan.

Jalur Baru Masih Dibersihkan, Belum Siap untuk Uji Coba

Meski pembukaan jalur alternatif telah dimulai, pemerintah belum menguji rute baru tersebut. Tim masih melakukan persiapan melalui kegiatan pembersihan dan pemetaan jalur.

Saryadi menegaskan pemindahan rute baru dapat berlangsung setelah persiapan selesai dan pemerintah kabupaten menerbitkan keputusan pelaksanaan. Karena itu, jadwal pemindahan masih bergantung pada penyelesaian tahap persiapan dan persetujuan pihak berwenang.

“Kalau harapan saya ya akhir bulan Oktober atau awal November segera dimulai,” ujarnya.

Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin segera mengurangi aktivitas kendaraan di zona inti Gumuk Pasir. Namun, pelaksanaan pengalihan tetap harus menunggu kesiapan jalur serta keputusan resmi pemerintah kabupaten.

Jeep Dinilai Berisiko Merusak Morfologi Gumuk Pasir Barchan

Pemindahan jalur bukan sekadar perubahan rute perjalanan wisata. Pemerintah menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi morfologi gumuk pasir barchan yang memiliki karakter bentang alam khas.

Saryadi menjelaskan lintasan kendaraan jeep dapat menekan permukaan gumuk pasir dan berpotensi merusak bentuk alamnya. Karena itu, pemerintah ingin mengurangi lalu lintas kendaraan ekstrem di kawasan inti.

“Dilintasi jeep, digilas ban, jadi rusak itu morfologinya,” ujar Saryadi.

Menurutnya, keunikan bentang alam barchan menjadi alasan penting untuk menjaga kawasan tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menghindarkan zona inti dari lintasan kendaraan wisata agar proses restorasi dapat berjalan sesuai tujuan.

Melalui pengalihan jalur, aktivitas wisata diharapkan tetap berlangsung tanpa terus memberikan tekanan terhadap kawasan yang menjadi sasaran pemulihan. Pemerintah berupaya menyeimbangkan kegiatan pariwisata dengan kebutuhan menjaga kelestarian Gumuk Pasir.

Restorasi Gumuk Pasir Melibatkan Sejumlah Instansi

Program restorasi Gumuk Pasir tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjalankan langkah pemulihan sesuai tugas masing-masing.

Dinas Pariwisata berfokus pada pemindahan jalur jeep wisata, sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjalankan pencabutan vegetasi di zona inti secara bertahap setiap tahun. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pekerjaan terkait penandaan batas kawasan inti.

“Satpol PP itu setiap tahun secara bertahap melakukan pencabutan vegetasi tumbuhan di dalam zona inti gumuk pasir, DLH memasang patok batas inti dan sebagainya,” kata Saryadi.

Pembagian tugas tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kawasan Gumuk Pasir. Melalui koordinasi antarinstansi, pemerintah berupaya menjaga zona inti sekaligus mengatur aktivitas yang berlangsung di sekitarnya.

Apakah Pemindahan Rute Akan Mengurangi Wisatawan?

Pemindahan jalur jeep memunculkan pertanyaan mengenai daya tarik wisata Gumuk Pasir setelah kendaraan tidak lagi melintasi zona inti. Namun, Saryadi belum dapat memastikan apakah perubahan tersebut akan memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.

Meski demikian, ia optimistis jalur alternatif tetap mampu menarik minat pengunjung. Menurutnya, rute baru yang disiapkan menawarkan tantangan dan daya tarik yang tidak kalah dibandingkan jalur lama.

“Saya belum tahu, tapi kalau harusnya enggak (berkurang) karena rute baru yang kita buat itu juga tidak kalah menantang dan menarik daripada rute lama,” ujarnya.

Pemerintah berharap perubahan jalur tidak menghilangkan pengalaman petualangan yang dicari wisatawan jeep. Dengan demikian, kegiatan wisata tetap dapat berjalan sambil mengurangi tekanan kendaraan terhadap zona inti gumuk pasir.

Lebih dari 200 Jeep Gumuk Pasir Berpotensi Terdampak

Rencana pengalihan rute melibatkan para pelaku usaha wisata jeep yang selama ini beroperasi di kawasan Gumuk Pasir. Saryadi mengatakan kelompok jeep setempat telah menyepakati rencana pemindahan dan ikut mencari jalur alternatif yang dapat digunakan.

Namun, penggunaan rute baru tetap memerlukan persetujuan pemerintah kabupaten. Setelah memperoleh keputusan, para pelaku wisata dapat menyesuaikan operasional dengan jalur yang ditetapkan.

Saryadi memperkirakan jumlah kendaraan dalam kelompok Jeep Gumuk Pasir mencapai lebih dari 200 unit. Jumlah itu belum termasuk kelompok jeep yang beroperasi di kawasan Pantai Parangtritis.

“Kelompok Jeep Gumuk Pasir itu jumlahnya mungkin lebih dari 200 unit jeep. Belum lagi kelompok jeep yang di Pantai Parangtritis,” katanya.

Besarnya jumlah kendaraan membuat pengaturan jalur menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan wisata kawasan tersebut. Pemerintah kini menyiapkan alternatif lintasan agar kegiatan jeep tetap memiliki ruang operasional tanpa melewati zona inti yang menjadi sasaran restorasi.

Menjaga Wisata dan Kelestarian Gumuk Pasir

Pemindahan rute jeep menjadi langkah penting dalam upaya memulihkan dan melindungi bentang alam Gumuk Pasir Bantul. Pemerintah berusaha mengurangi risiko kerusakan akibat kendaraan sekaligus mempertahankan daya tarik wisata petualangan di kawasan tersebut.

Keberhasilan rencana ini bergantung pada kesiapan jalur alternatif, keputusan pemerintah kabupaten, serta dukungan pelaku wisata. Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan kelompok jeep menjadi bagian penting sebelum pengalihan rute benar-benar berjalan.

Jika sesuai target Dinas Pariwisata, pemindahan dapat dimulai pada akhir Oktober atau awal November. Sambil menunggu keputusan resmi, proses pembersihan dan pemetaan jalur baru terus menjadi tahapan yang perlu diselesaikan. (*)