BP Tapera mencatat penyaluran KPR FLPP nasional telah mencapai 199.429 unit rumah senilai Rp24,85 triliun, dengan Solo Raya dan Kota Padang menjadi sorotan utama. Di kawasan Solo Raya, program ini telah menyerap 4.113 unit rumah, sementara Kota Padang memfasilitasi 582 unit rumah subsidi. Langkah strategis ini didukung oleh sinergi pemerintah pusat dan daerah yang diiringi penurunan suku bunga kredit menjadi 6 persen serta program gentengisasi senilai Rp1 triliun.
JAKARTA, saatini.com - Upaya pemerintah dalam menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus menunjukkan hasil signifikan.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat angka penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nasional telah menembus 199.429 unit rumah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp24,85 triliun.
Dua kawasan yang menjadi sorotan utama dalam penetrasi pembiayaan rumah murah ini adalah kawasan Solo Raya di Jawa Tengah dan Kota Padang di Sumatera Barat.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan bahwa jangkauan FLPP makin merata di berbagai pelosok daerah.
"Capaian ini menunjukkan penyaluran FLPP telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan Solo Raya dan Kota Padang," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta.
Keberhasilan program ini didukung oleh ekosistem perumahan yang solid, melibatkan 8 bank penyalur, 4 asosiasi pengembang, 46 pengembang (developer), serta 58 kawasan permukiman.
Tingginya aspirasi masyarakat di daerah mendorong Wali Kota Surakarta Respati Achmad Arianto dan Wali Kota Padang Fadly Amran menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pertemuan strategis ini membedah rencana penataan kawasan serta kebutuhan hunian di kedua kota tersebut.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengingatkan agar pemerintah daerah meninggalkan pola kerja lama dan membuka ruang kolaborasi yang inovatif.
Guna memperkuat industri perumahan dari rantai pasok paling bawah, pemerintah juga menggalakkan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi para pengembang, kontraktor, hingga toko bahan bangunan:
Tak berhenti pada insentif pembiayaan, Kementerian PKP juga menyiapkan gebrakan baru berupa program gentengisasi beranggaran Rp1 triliun untuk wilayah Solo Raya.
Program yang mencakup satu kota dan lima kabupaten ini menargetkan penyaluran hingga satu juta genteng, dengan Balai Kota Surakarta disiapkan sebagai lokasi pusat pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.