Saatini AMP

Kabut Asap Karhutla Meluas, Kemenhub Imbau Penumpang Rutin Cek Jadwal Penerbangan!

Kementerian Perhubungan mengimbau penumpang untuk rutin mengecek status penerbangan karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan telah berdampak pada 2.775 penerbangan domestik. Langkah penundaan dan pembatalan dilakukan demi keselamatan akibat jarak pandang yang berada di bawah standar operasional minimum.

Oleh Gatot Wahyu
Kabut Asap Karhutla Meluas, Kemenhub Imbau Penumpang Rutin Cek Jadwal Penerbangan!

JAKARTA, saatini.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta calon penumpang pesawat untuk secara berkala mengecek status penerbangan mereka.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul kian meluasnya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal hingga pembatalan dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan akibat jarak pandang (visibility) yang berada di bawah standar minimum operasional.

"Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," tegas Lukman F Laisa di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Ribuan Penerbangan Terdampak, Sebaran Asap Capai Wilayah Timur

Berdasarkan data resmi Kemenhub per 21 Oktober 2026, tercatat sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal dalam negeri telah terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Angka ini bertambah 171 penerbangan jika dibandingkan data dua hari sebelumnya.

Berikut adalah rincian dampak operasional penerbangan domestik akibat karhutla:

Selain itu, sektor penerbangan internasional turut terdampak dengan pembatalan 14 rute penerbangan, termasuk rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang.

Wilayah terdampak kabut asap kini tidak hanya melanda Kalimantan dan Sumatera, melainkan telah meluas hingga Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah bandara yang mengalami kendala operasional antara lain Bandara Supadio (Pontianak), Iskandar (Pangkalan Bun), Sultan Thaha (Jambi), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Pattimura (Ambon), hingga Mozes Kilangin (Timika).

Prosedur Darurat dan Penanganan Operasi Water Bombing

Guna menjaga keselamatan di wilayah penerbangan terdampak, Kemenhub bersama AirNav Indonesia dan BMKG mengaktifkan Low Visibility Procedures (LVP) serta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) secara berkala.

Di sisi lain, dukungan terhadap operasi pemadaman karhutla dari udara terus diperkuat. Hingga 20 Oktober 2026, operasi water bombing telah mencatatkan 5.320 flight cycle dengan melibatkan 39 armada pesawat dari 11 operator. Bandara-bandara terdampak turut memprioritaskan slot penerbangan dan ketersediaan avtur bagi helikopter pemadam.

Langkah Penumpang: Opsi Reschedule dan Refund Tiket

Sebagai bentuk langkah antisipasi lanjutan, sejumlah maskapai telah membatalkan sekitar 40 jadwal penerbangan untuk periode 22–25 Oktober 2026, khususnya pada rute-rute rawan seperti Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Kemenhub mengimbau para calon penumpang pada rute terdampak untuk segera berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait prosedur penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian dana tiket (refund).

"Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Selalu periksa status penerbangan secara berkala melalui aplikasi atau kanal resmi maskapai dan pengelola bandara," pungkas Lukman.