Marc Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah meraih kemenangan di Sirkuit Sepang, Malaysia, berkat strategi pengelolaan ban yang cermat sejak tiga lap awal. Dengan berhasil mengendalikan cengkeraman ban, Marquez mampu memperlebar jarak dari para pesaing dan mempertahankan keunggulan hingga finis.
JAKARTA, Saatini.com - Marc Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah merebut kemenangan di MotoGP Malaysia. Pembalap Ducati Lenovo itu mengungkapkan bahwa strategi mengendalikan ban sejak awal balapan menjadi salah satu kunci keberhasilannya menaklukkan Sirkuit Sepang, Minggu.
Juara dunia MotoGP 2025 tersebut mengawali balapan dari posisi kedua dengan strategi agresif pada tiga lap pertama. Namun, ia tetap memperhitungkan kondisi ban agar bisa mempertahankan cengkeraman sekaligus membangun jarak aman dari para pesaingnya.
Marc Marquez menilai tiga lap pertama memegang peranan penting dalam menentukan hasil balapan. Karena itu, ia berusaha mengendalikan penggunaan ban sejak awal agar performa motornya tetap optimal hingga akhir lomba.
"Ya saya sangat mengontrol terutama pada tiga lap awal balapan. Maksud saya, tiga lap tersebut sangatlah krusial untuk saya demi bisa mengamankan cengkeraman ban yang baik," kata Marc Marquez, dikutip dari MotoGP, Minggu.
Strategi tersebut membantunya mengambil alih kendali balapan dan memperlebar jarak dari para rival. Setelah berhasil memimpin, pembalap asal Spanyol itu juga merasa nyaman mengendarai motornya di lintasan Sepang.
"Saya akhirnya memimpin, saya memperlebar jarak dari pesaing, dan pada akhirnya saya harus berkata jujur bahwa saya merasakan kondisi (berkendara dengan motor) dengan sangat baik," imbuhnya.
Marc Marquez mengamankan kemenangan di Sepang setelah menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Meski begitu, ia tetap menghadapi tekanan dari Pedro Acosta, pembalap Red Bull KTM, dan Alex Marquez dari Gresini Racing.
Keduanya memberikan perlawanan sengit, tetapi Marc mampu mempertahankan keunggulannya hingga memastikan kemenangan. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan ban dalam menjaga konsistensi performa selama balapan berlangsung.
Kemenangan di Malaysia juga menjadi kemenangan ketujuh Marc Marquez sepanjang musim MotoGP 2026. Hasil tersebut semakin memperkuat posisinya dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Marc Marquez kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 399 poin. Ia unggul 44 poin atas Jorge Martin dari Aprilia Racing yang menempati posisi kedua.
Keunggulan tersebut menempatkan Marc dalam posisi yang sangat menguntungkan menjelang seri berikutnya. Ia berpeluang mengunci gelar juara dunia lebih awal apabila mampu mempertahankan performa impresifnya di sisa musim.
Dengan kemenangan di Malaysia, Marc semakin dekat untuk mempertahankan gelar yang ia raih pada 2025. Namun, ia masih perlu menyelesaikan tantangan di seri-seri berikutnya sebelum memastikan status juara dunia MotoGP 2026.
Seri MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6-8 November mendatang menjadi kesempatan penting bagi Marc Marquez untuk mengamankan gelar juara dunia. Ia berpeluang memastikan gelar tersebut lebih awal jika kembali meraih kemenangan.
Secara matematis, kemenangan di Qatar akan membuat perolehan poin Marc tidak lagi bisa dikejar Jorge Martin, meskipun masih ada dua seri tersisa. Situasi ini membuka peluang bagi pembalap bernomor 93 tersebut untuk menyelesaikan persaingan gelar juara dunia sebelum musim berakhir.
Dengan modal tujuh kemenangan dan keunggulan 44 poin di klasemen, Marc Marquez memiliki peluang besar mempertahankan mahkota juara MotoGP. Kini, perhatian tertuju pada penampilannya di Qatar, tempat ia berpeluang mengubah keunggulan klasemen menjadi gelar juara dunia. (*)