Pemkot Tangerang mengimbau pedagang kaki lima di Jalan Kiasnawi dan Ahmad Yani untuk pindah ke selasar lantai satu Gedung Pasar Anyar guna mendukung penataan kawasan dan penguatan konektivitas perkotaan. Penempatan di lokasi baru ini diharapkan lebih menguntungkan bagi pedagang karena dilengkapi fasilitas lapak siap pakai dan rencana operasional 24 jam.
TANGERANG, saatini.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersinergi bersama aparat Kepolisian dan TNI secara masif mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.
Para pedagang diimbau untuk segera menempati selasar lantai satu Gedung Pasar Anyar guna mendukung proyek strategis penataan kawasan Pasar Lama dan penguatan konektivitas perkotaan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, menjelaskan bahwa sosialisasi ulang dilakukan agar proses penataan berjalan lancar tanpa merugikan para pelaku usaha kecil.
”Kami terus melakukan pendekatan yang humanis dan persuasif untuk mendorong para pedagang merelokasi aktivitasnya ke tempat yang seharusnya,” ujar Teguh di Tangerang, Sabtu (31/10/2026).
Teguh meminta para pedagang tidak khawatir terkait potensi pembeli di lokasi baru. Relokasi ke selasar lantai satu Gedung Pasar Anyar justru diproyeksikan membuka peluang bisnis yang lebih menguntungkan ketimbang berjualan di bahu jalan yang memicu kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.
Sejumlah keunggulan lokasi baru bagi pedagang antara lain:
”Pedagang juga tidak perlu khawatir mengenai fasilitas di area relokasi yang telah disediakan... pihak Perumda Pasar Kota Tangerang merencanakan akan membuka area tersebut bisa 24 jam beroperasi jadi sangat menguntungkan,” tambah Teguh.
Penataan Jalan Kiasnawi merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkot Tangerang, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek ini bertujuan menghubungkan akses langsung dari Stasiun Tangerang menuju pusat niaga Pasar Anyar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa penataan ini dipersiapkan untuk menciptakan kawasan pedestrian yang tertib, aman, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan luar kota.
“Kami sudah menyiapkan rencana penataannya seperti mengatur alur lalu lintasnya sampai menyiapkan kawasan khusus untuk drop-off penumpang, jadi tidak ada lagi istilahnya parkir sembarangan termasuk menata para PKL di sana,” pungkas Yeti.