Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas mendadak dengan para menteri ekonomi dan pejabat kunci untuk membahas evaluasi serta akselerasi perekonomian nasional. Pertemuan yang melibatkan figur seperti Menteri Keuangan dan Menteri Investasi ini juga mencakup kesiapan data program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih.
JAKARTA, saatini.com - Presiden Prabowo Subianto mendadak memanggil jajaran menteri dan pejabat kunci Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa sore. Pemanggilan ini bertujuan untuk menggelar rapat terbatas (ratas) yang berfokus pada isu-isu krusial.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, para menteri dan kepala lembaga mulai tiba beruntun sejak pukul 13.05 WIB.
Jajaran pejabat yang dipanggil mencakup para pimpinan di bidang ekonomi, energi, investasi, hingga sektor pangan dan maritim:
Saat dimintai keterangan sebelum masuk ke areal Istana, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, memperkirakan agenda kali ini tidak jauh dari evaluasi dan akselerasi perekonomian nasional.
"Saya dipanggil ya, paling ini kembali lagi membahas masalah ekonomi lah. Saya rasa sih seperti itu, karena yang dipanggil kan ekonomi," tutur Rosan.
Ia menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis yang telah berjalan sebelumnya.
"Ya pasti ada kelanjutan pembahasan aja," tambahnya singkat.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan kesiapannya jika Presiden Prabowo ingin mengevaluasi salah satu program prioritas nasional di sektor maritim, yakni Kampung Nelayan Merah Putih.
"Belum tahu. Aku sih siap aja. Datanya siap," tegas Trenggono saat ditemui wartawan.
Trenggono mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan target agresif untuk membangun 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2026.
Dari target tersebut, progres pengerjaan di lapangan mencatatkan perkembangan berikut: