Danantara menargetkan 15 hingga 16 proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi masuk tender pada akhir 2026 untuk mempercepat transisi energi hijau dan penanganan krisis sampah nasional. Ekspansi ini diawali dengan pembukaan tender empat proyek tambahan di Jakarta dan Tangerang, sementara proyek tahap awal di Bali, Bekasi, dan Bogor telah menunjukkan progres konstruksi yang signifikan.
JAKARTA, saatini.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kian serius menggarap potensi energi bersih berbasis pengolahan sampah perkotaan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, memasang target strategis agar 15 hingga 16 proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi memasuki proses tender hingga akhir tahun 2026.
Langkah ini menjadi dorongan besar bagi percepatan transisi energi hijau sekaligus penanganan krisis sampah secara nasional.
"Kami berharap hingga akhir tahun ini 15 hingga 16 proyek sudah ditenderkan, dan pada kuartal I tahun depan sudah memasuki tahap peletakan batu pertama," kata Pandu dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.
Ekspansi ini diawali dengan pembukaan tender empat proyek PSEL tambahan untuk wilayah Jakarta dan Tangerang dalam kurun dua pekan mendatang.
Tak berhenti di situ, sebanyak delapan proyek PSEL tahap kedua yang telah mengantongi surat penetapan mitra bersyarat sejak pertengahan 2026 kini sedang memfinalisasi studi kelayakan. Seluruh proyek tahap kedua tersebut ditargetkan dapat segera melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada kuartal pertama 2027.
Di sisi lain, tiga proyek PSEL tahap awal yang berlokasi di Denpasar Raya, Kota Bekasi, serta Bogor Raya menunjukkan progres konstruksi yang kian solid. Proyek PSEL Denpasar Raya di Bali yang bernilai investasi Rp3 triliun kini pembangunannya telah mencapai 20 persen pada tahap pemancangan fondasi.
Fasilitas dengan kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari ini diproyeksikan mulai beroperasi pada semester pertama 2028, sejalan dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik bersama PT PLN (Persero) yang siap dirampungkan.
Perkembangan serupa juga terjadi pada PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga yang menyerap investasi sebesar Rp2,8 triliun.
Pembangunan fondasi fasilitas yang dirancang mengolah 1.500 ton sampah harian ini terus berpacu untuk mengejar target operasional pertengahan 2028, sekaligus membuka hingga 1.200 lapangan kerja baru. Sementara itu, PSEL Kota Bekasi juga aktif melakukan pematangan lahan dan penyiapan fasilitas pendukung.
Aksi masif Danantara ini berjalan selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 serta target Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menghadirkan sedikitnya 21 fasilitas PSEL hingga 2029.
Dukungan pendanaan pun mengalir deras, di mana minat pembiayaan dari 34 institusi keuangan yang masuk dilaporkan menembus lebih dari tiga kali lipat dari kebutuhan utang proyek.
Melalui integrasi teknologi ini, Danantara optimistis mampu mengubah tantangan sampah nasional menjadi peluang ekonomi dan sumber energi baru yang berkelanjutan.
"Yang kami lakukan saat ini adalah menangani persoalan sampah di negara ini dan mengubahnya menjadi sebuah peluang," ucap Pandu.