Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Satyawan Pudyatmoko dan Mayjen TNI Sriyanto sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Merdeka. Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem gambut dan mangrove serta meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
JAKARTA, saatini.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala dan Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Prosesi pelantikan khidmat yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis ini menandai langkah krusial pemerintah dalam memperkuat perlindungan lingkungan hidup dan penanganan bencana ekologis di tanah air.
Pengangkatan kedua pejabat tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.
Di hadapan Kepala Negara, Satyawan dan Sriyanto mengikrarkan sumpah jabatan untuk setia pada konstitusi serta mengabdi penuh demi bangsa dan negara, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan bersama Presiden.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Satyawan dan Sriyanto saat mengikrarkan sumpah jabatan yang dituntun langsung oleh Presiden Prabowo.
Penunjukan Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN didasari oleh rekam jejaknya yang mumpuni di bidang konservasi. Sebelum dilantik, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.
Pengalamannya dalam pemulihan lingkungan kian solid karena pernah memegang amanah sebagai Deputi Perencanaan dan Evaluasi di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), lembaga sebelumnya yang bertugas merehabilitasi ekosistem prioritas hingga masa tugasnya berakhir pada 31 Desember 2024.
Sementara itu, Mayjen TNI Sriyanto yang didapuk sebagai Wakil Kepala BPGMN membawa pengalaman kepemimpinan strategis setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten.
Pembentukan BPGMN sendiri telah diputuskan oleh Presiden Prabowo sejak 24 September 2026. Keputusan strategis ini lahir usai Presiden menggelar diskusi mendalam bersama para akademisi, pakar lingkungan, dan ahli tata kelola lahan di Istana Merdeka untuk merumuskan solusi jangka panjang terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa BPGMN dirancang secara khusus untuk memperkuat benteng pencegahan Karhutla melalui riset ilmiah, pemetaan kawasan, pengembangan sistem deteksi dini, serta pemantauan titik panas (hotspot) secara intensif di lahan gambut.
"Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional," tegas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Pelibatan para ilmuwan, tenaga ahli, dan profesional ini diharapkan mampu membawa standar baru dalam pengelolaan ekosistem gambut berbasis riset ilmiah.
Dengan kepemimpinan baru ini, BPGMN ditargetkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kestabilan ekosistem gambut dan mangrove sekaligus menekan risiko bencana kebakaran hutan sejak dini.