Saatini AMP
Nasional

Sebar 10.000 Alat NPOC ke Puskesmas, Kemenkes: Deteksi TBC Kini Cepat dan Gratis!

Kementerian Kesehatan menyiapkan 10.000 unit alat diagnostik NPOC dan mobile X-ray untuk mempercepat deteksi dini tuberkulosis di seluruh Puskesmas Indonesia. Melalui inovasi teknologi medis ini, masyarakat kini dapat mengakses pemeriksaan dan penanganan TBC secara cepat serta gratis.

Oleh Gatot Wahyu
Pemeriksaan NPOC di Puskesmas (Foto: pusk-purwantoro1.wonogirikab.go.id)

DEMAK, saatini.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat dengan menyiapkan 10.000 unit alat diagnostik Near Point-of-Care (NPOC).

Inovasi teknologi medis ini dihadirkan untuk mempercepat proses deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan langsung kabar baik tersebut saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dalam peninjauan tersebut, Wamenkes didampingi oleh Bupati Demak Eisti'anah serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun.

Wamenkes menegaskan bahwa distribusi alat NPOC ke seluruh Puskesmas di Kabupaten Demak ditargetkan rampung pada pekan ini.

"Pengadaan alat tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemeriksaan TB, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang memiliki 27 puskesmas," ujar Benjamin Paulus Octavianus saat memberikan keterangan di Demak, Rabu.

Tahapan Distribusi Nasional

Proses pemenuhan alat diagnostik canggih ini dilakukan secara bertahap. Sebanyak 2.700 unit alat NPOC telah tiba pada pekan lalu, dan Kemenkes telah menjadwalkan kedatangan tahap berikutnya hingga mencapai 5.600 unit.

Jumlah tersebut diprioritaskan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan seluruh Puskesmas di Pulau Jawa sebelum nantinya didistribusikan secara merata ke luar Pulau Jawa hingga menggenapi total target 10.000 unit.

Selain alat NPOC, Kemenkes juga melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dasar dengan dukungan unit mobile x-ray atau rontgen bergerak. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan daya jangkau deteksi TBC di lapangan.

Pengoperasian peralatan medis canggih ini bakal didukung penuh oleh tenaga radiografer profesional. Pemerintah pusat berkomitmen untuk mengangkat tenaga medis yang dibutuhkan sebagai pegawai puskesmas demi menjamin keberlanjutan program penanganan TBC ini.

Pelayanan TBC Daerah

Bupati Demak, Eisti'anah, menyambut baik langkah taktis Kemenkes dan memaparkan kesiapan wilayahnya dalam mendukung percepatan penanganan TBC.

Kabupaten Demak saat ini ditopang oleh ekosistem layanan kesehatan yang memadai, mencakup enam rumah sakit, 27 puskesmas, serta 102 klinik dan dokter praktik mandiri.

Khusus untuk penanganan kasus TBC Resisten Obat (RO), RSUD Sunan Kalijaga disiagakan sebagai rumah sakit pengampu utama, yang dibantu oleh lima puskesmas inisiasi TBC RO serta jaringan puskesmas satelit.

Kapasitas pemeriksaan di Kabupaten Demak juga makin solid berkat ketersediaan tujuh mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersebar di RSUD Sunan Kalijaga dan lima puskesmas, ditambah delapan unit alat NPOC bantuan Kemenkes yang telah diterima dan siap dioperasikan.