Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah menggodok kajian mendalam untuk mengimplementasikan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pembahasan ini mencakup kesiapan anggaran negara, skenario pelaksanaan bertahap, serta masukan dari pimpinan PTN untuk memastikan kebijakan tersebut aplikatif dan tepat sasaran.
JAKARTA, saatini.com - Angin segar berembus bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini tengah serius menggodok kajian mendalam terkait implementasi pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN), menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Sedang disiapkan kajiannya, ya kan harus di-exercise ya. Kemudian mempertimbangkan berbagai kemungkinan-kemungkinan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, saat ditemui di Jakarta, Senin.
Khairul menjelaskan bahwa proses pembahasan saat ini mencakup berbagai aspek krusial, terutama yang berkaitan dengan kesiapan alokasi anggaran negara serta formula pelaksanaan di lapangan.
"Ya, termasuk skenario implementasinya, apakah kemudian dilakukan secara bertahap atau bagaimana? Ini semuanya masih dalam pembahasan," tegasnya.
Dalam merumuskan kebijakan besar ini, Kemdiktisaintek tidak berjalan sendiri. Pihaknya aktif membuka ruang diskusi serta menampung berbagai masukan konstruktif dari para pimpinan PTN demi memastikan kebijakan yang lahir nantinya tepat sasaran dan aplikatif.
"Ya tentu saja. Kita pasti mendengarkan juga dari masukan ataupun pandangan dari berbagai pihak, sebelum nanti ada perumusan akhir yang pasti akan disampaikan kalau memang sudah," ucap Khairul Munadi.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar program pendidikan gratis di PTN dapat dipersiapkan sebaik mungkin dengan tetap memperhatikan tahapan pelaksanaan yang matang serta kemampuan fiskal negara.
Gagasan besar ini sebelumnya telah dibahas secara khusus dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/9). Rapat tersebut menjadi tonggak awal tindak lanjut dari visi besar presiden untuk menggratiskan biaya pendidikan tinggi negeri di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut taktis, Presiden juga menginstruksikan pembentukan tim khusus yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Tim ad-hoc ini bekerja secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah kementerian strategis, di antaranya:
Melalui kajian yang matang dan sinergi lintas kementerian ini, pemerintah berharap kebijakan kuliah gratis di PTN ke depan dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.