Saatini AMP
Bisnis

Survei Bank Indonesia: Dunia Usaha Triwulan III-2026Solid, Ditopang Industri Pengolahan

Bank Indonesia mencatat kinerja dunia usaha triwulan III-2026 tetap solid dengan Saldo Bersih Tertimbang sebesar 11,46 persen, ditopang oleh sektor industri pengolahan dan konstruksi. Meski mengalami sedikit penurunan dari triwulan sebelumnya, aktivitas perekonomian riil menunjukkan resiliensi tinggi yang menjadi fondasi kuat menuju akhir tahun.

Oleh Gatot Wahyu
Survei Bank Indonesia: Dunia Usaha Triwulan III-2026Solid, Ditopang Industri Pengolahan

JAKARTA, saatini.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja kegiatan dunia usaha di tanah air pada triwulan III-2026 tetap berada dalam tren positif dan terjaga dengan baik. Indikasi ini terekam jelas dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) terbaru yang dirilis oleh bank sentral.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa ketahanan dunia usaha ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46 persen pada triwulan III-2026.

Meskipun angka ini tercatat sedikit melandai dibandingkan triwulan II-2026 yang berada di angka 12,97 persen, aktivitas perekonomian riil terbukti masih menunjukkan resiliensi yang tinggi.

Sektor Manufaktur dan Konstruksi Jadi Penggerak Utama

Kinerja positif pada triwulan ketiga ini didorong oleh pertumbuhan di sejumlah Lapangan Usaha (LU) strategis. Sektor industri pengolahan atau manufaktur menjadi penyumbang terbesar terhadap geliat bisnis nasional dengan nilai SBT sebesar 1,53 persen.

Capaian tersebut disusul oleh sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan SBT 1,09 persen. Sektor konstruksi turut berkontribusi dengan SBT 0,92 persen, diikuti oleh pengadaan listrik dan gas sebesar 0,69 persen, serta sektor real estat sebesar 0,34 persen.

Sejalan dengan kinerja yang terjaga, kapasitas produksi terpakai pada triwulan III-2026 juga tercatat stabil di level 73,75 persen. Peningkatan kapasitas terpakai ini terutama ditopang oleh kinerja pada industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

Kondisi Keuangan Membaik 

Dari kacamata finansial, kondisi dunia usaha secara umum menunjukkan sinyal yang semakin sehat. Bank Indonesia mencatat perbaikan signifikan pada dua aspek krusial, yaitu likuiditas perusahaan yang semakin kuat serta tingkat rentabilitas atau kemampuan mencetak laba yang meningkat.

Kondisi positif tersebut makin disempurnakan dengan akses terhadap kredit perbankan yang tetap mudah. Kelancaran akses pembiayaan ini memberikan ruang gerak yang cukup luas bagi para pelaku usaha untuk terus melanjutkan ekspansi bisnis.

Optimisme Triwulan IV-2026

Memasuki triwulan IV-2026, Bank Indonesia memprakirakan kegiatan dunia usaha akan terus tumbuh positif dengan proyeksi nilai SBT sebesar 10,77 persen.

Geliat bisnis di penghujung tahun diprediksi akan mengalami peningkatan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan pergerakan masyarakat. Sektor-sektor tersebut meliputi transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, jasa perusahaan, hingga perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.

Peningkatan kinerja di akhir tahun ini sejalan dengan melonjaknya aktivitas konsumsi masyarakat dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan momentum libur akhir tahun.