Saatini AMP
Nasional

Tanggap Bencana Karhutla, Baznas Salurkan Masker, Air Bersih hingga Bangun Rumah Sehat Oksigen

Baznas mengerahkan 51 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di 12 titik di Kalimantan, Sumatera, serta Sulawesi dengan pendekatan terpadu. Selain membantu pemadaman api, lembaga ini juga menyalurkan bantuan masker, air bersih, serta membangun rumah sehat oksigen untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Oleh Gatot Wahyu
Tanggap Bencana Karhutla, Baznas Salurkan Masker, Air Bersih hingga Bangun Rumah Sehat Oksigen

JAKARTA, saatini.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengerahkan 51 personel Baznas Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 12 titik yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Selain membantu pemadaman api, Baznas juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah terpadu.

Tim tidak hanya berfokus pada upaya memadamkan api, tetapi juga memastikan petugas, relawan, dan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

"Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap," kata Idy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Idy, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan Baznas terhadap bencana karhutla yang berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Tim BTB terus menjalankan tugas di lapangan dengan menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pemadaman Karhutla di Tiga Pulau

Baznas melakukan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Di Kalimantan Selatan, tim menangani karhutla di Jalan Golf Ujung dan Jalan Lingkar Selatan, Banjarbaru.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, upaya penanganan berlangsung di Desa Parit Baru dan Desa Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya. Tim juga menangani kebakaran di Jalan Alson 3, Palangka Raya, serta sejumlah wilayah lain, termasuk Kutai Timur, Berau, dan Kotawaringin Timur.

Di luar Kalimantan, penanganan juga dilakukan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, serta wilayah lain yang masuk dalam cakupan operasi tim.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Baznas mengerahkan 51 personel BTB dengan dukungan satu mobil rescue, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor.

Peralatan serta kendaraan tersebut digunakan untuk menunjang mobilitas personel dan membantu pelaksanaan tugas di lokasi kebakaran.

Kehadiran tim di sejumlah titik diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan darurat sekaligus membantu mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat sekitar.

Buka 13 Dapur Air 

Selain membantu pemadaman, Baznas memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar petugas dan relawan yang bekerja di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan 13 titik layanan dapur air.

Layanan tersebut menyediakan air minum dan makanan ringan bagi personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Dukungan ini diperlukan agar petugas dan relawan tetap mendapatkan asupan selama menjalankan tugas di tengah kondisi lapangan yang menantang.

Idy menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi penanganan karhutla.

"Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar petugas dan relawan tetap terpenuhi selama proses pemadaman. Dukungan ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas di lapangan," ujarnya.

Baznas juga menyalurkan makanan siap saji dan multivitamin di Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kelurahan Raja, Pangkalan Bun.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung kondisi petugas maupun relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.

Masker dan Air Disalurkan di Sejumlah Titik

Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran di lokasi kejadian, tetapi juga ancaman kesehatan akibat asap yang dapat menjangkau kawasan permukiman dan fasilitas umum.

Untuk membantu mengurangi paparan asap, Baznas mendistribusikan masker di 27 lokasi. Penyaluran bantuan tersebut mencakup permukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat, terutama mereka yang tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari ketika kualitas udara terdampak kebakaran.

Selain masker, Baznas menyalurkan bantuan air bersih di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang terdampak bencana. Melalui bantuan tersebut, Baznas berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama penanganan karhutla berlangsung.

Baznas juga mempersiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen Baznas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Fasilitas ini disiapkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat paparan asap karhutla.

Upaya tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pemadaman api hingga perlindungan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinasi Penanganan Karhutla

Idy Muzayyad menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, petugas di lapangan, dan relawan kemanusiaan.

Koordinasi diperlukan agar kegiatan pemadaman, distribusi bantuan, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan efektif sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah terdampak.

Menurutnya, sinergi antarpihak juga penting untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung petugas yang menghadapi risiko selama operasi berlangsung.

"Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung petugas dan relawan di lapangan," kata Idy.

Ia menambahkan, penanganan karhutla oleh Baznas telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Baznas berkomitmen melanjutkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak serta mendukung upaya penanganan darurat bersama berbagai pihak.

Melalui pengerahan personel, penyediaan dapur air, distribusi masker, bantuan makanan, penyaluran air bersih, dan persiapan layanan kesehatan, Baznas berupaya memperluas dukungan bagi masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.