Saatini AMP
News

Usai Hebohkan Publik, Dua Anak Menhaj Akhirnya Mundur dari Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

Dua putra Menteri Haji dan Umrah, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli Kemenhaj sebagai respons atas sorotan publik yang tinggi. Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa keduanya sebelumnya telah membantu proses transisi pembentukan BP Haji secara sukarela tanpa menerima gaji.

Oleh Gatot Wahyu
Usai HMenhaj Mochamad Irfan Yusufebohkan Publik, Dua Anak Menhaj Akhirnya Mundur dari Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj (Foto: Kemenhaj)

JAKARTA, saatini.com - Langkah tegas diambil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk meredam sorotan publik. Dua putra dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, secara resmi memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai tenaga ahli kementerian.

Kepastian mundurnya kedua putra Menhaj tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat dimintai keterangan dari Jakarta, Selasa.

“Pak Menteri dan saya sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli. Jadi, secara resmi dua orang tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Dahnil.

Dahnil mengungkapkan bahwa keputusan pengunduran diri ini diambil merespons dinamika serta pro dan kontra yang berkembang pesat di tengah masyarakat terkait penunjukan keduanya di lingkungan Kemenhaj.

Tak Digaji

Meluruskan simpang siur isu yang beredar, Dahnil menceritakan bahwa keterlibatan kedua anak Menhaj bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru pertama kali dibentuk. Kala itu, lembaga baru ini mengalami keterbatasan sumber daya manusia karena hanya dipimpin oleh kepala dan wakil kepala.

Dahnil menyebut sulit menemukan pihak yang bersedia membantu proses transisi awal pembentukan badan tersebut secara sukarela.

“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ujar Dahnil.

Ia menambahkan bahwa sejak masa awal pembentukan BP Haji, kedua putra Menhaj bekerja secara profesional membantu berbagai tugas kelembagaan tanpa menerima bayaran sepeser pun. Namun, menyikapi respons publik demi menjaga kondusivitas, keduanya memilih berjiwa besar untuk mundur dari jabatan tersebut.

Komitmen Jaga Tata Kelola Haji

Pascapengunduran diri ini, posisi tenaga ahli yang kosong akan segera diisi oleh personel baru. Penunjukan figur pengganti sepenuhnya menjadi kewenangan Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.

Dahnil menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bukti nyata komitmen jajaran pimpinan Kemenhaj dalam menjunjung tinggi prinsip etika, integritas, dan transparansi tata kelola pemerintahan.

“Untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia, dan sebagainya,” tegas Dahnil.

#Kementerian Haji dan Umrah #putra Menhaj mundur #Menhaj Mochamad Irfan Yusuf #Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak #tenaga ahli Kemenhaj #Barbarossa Muhammad Farros #Gibran Muhammad Fawwaz