Saatini AMP
Lifestyle

Wisata Jeep Gumuk Pasir Bantul Punya Rute Baru, Ada Agrowisata Murah!

Wisata jeep Gumuk Pasir di Bantul kini menyiapkan jalur alternatif di zona penyangga yang menggabungkan petualangan berkendara dengan potensi agrowisata. Rute baru ini memungkinkan wisatawan menikmati kawasan pantai serta membeli hasil panen langsung dari petani setempat, dan saat ini sedang menunggu persetujuan dari Pemkab Bantul.

Oleh Sigit Nugroho
Wisata jeep Gumuk Pasir Bantul menyiapkan rute baru dengan petualangan pantai dan agrowisata yang memungkinkan wisatawan membeli hasil panen langsung dari petani.

Tak lagi melintasi zona inti Gumuk Pasir, jalur alternatif ini menawarkan petualangan di kawasan pantai sekaligus kesempatan membeli hasil panen langsung dari petani.

Yogyakarta, Saatini.com - Wisata jeep Gumuk Pasir di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersiap menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan. Pelaku wisata setempat telah menyiapkan jalur alternatif di zona penyangga sisi barat yang memadukan petualangan berkendara dengan potensi agrowisata.

Rute baru ini tidak lagi melewati zona inti Gumuk Pasir. Selain menawarkan tantangan berkendara, jalur tersebut juga membuka kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati kawasan pantai, melihat lahan pertanian, hingga membeli hasil panen langsung dari petani setempat.

Wisata Jeep Gumuk Pasir Siapkan Jalur Alternatif

Pelaku wisata jeep Gumuk Pasir, Gombloh, mengatakan para pengelola telah menyusun rute baru sebagai alternatif dari jalur yang selama ini melintasi zona inti Gumuk Pasir. Rancangan tersebut sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantul dan kini menunggu persetujuan.

“Pelaku jeep wisata Gumuk Pasir sudah membuatkan rute baru tanpa melalui zona inti Gumuk Pasir,” kata Gombloh, Minggu.

Menurut Gombloh, jalur alternatif tersebut tetap menawarkan sensasi petualangan yang menarik. Bahkan, ia menilai rute baru berpotensi memberikan pengalaman yang lebih mengesankan dibandingkan jalur lama.

Jalur tersebut dirancang melewati kawasan pantai dan gumuk pasir di zona penyangga. Wisatawan juga akan melintasi lahan pertanian yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan dalam perjalanan wisata menggunakan jeep.

Wisatawan Bisa Beli Cabai hingga Jambu Mete Langsung dari Petani

Salah satu daya tarik utama rute baru ini adalah peluang pengembangan agrowisata di sekitar Gumuk Pasir. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati perjalanan dengan jeep, tetapi juga berkesempatan singgah untuk membeli berbagai komoditas pertanian yang tumbuh di kawasan tersebut.

Sejumlah hasil pertanian yang dapat menjadi daya tarik antara lain cabai, bawang merah, terong, tomat, hingga jambu mete. Kehadiran aktivitas jual beli langsung ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperluas pasar bagi petani lokal.

Gombloh mengatakan konsep tersebut memungkinkan wisatawan membeli hasil pertanian dengan harga lebih murah karena bertransaksi langsung dengan petani.

“Lha ini kan ada destinasi baru, yakni agrowisata di lahan atau gumuk pasir. Wisatawan langsung beli dari petani dengan harga yang jauh lebih murah,” ujarnya.

Konsep ini membuka peluang bagi wisata jeep untuk menghubungkan kegiatan rekreasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Dengan begitu, kunjungan wisatawan berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi pelaku wisata, tetapi juga bagi petani yang ingin menjual hasil panennya.

Kapan Rute Baru Jeep Gumuk Pasir Mulai Beroperasi?

Meski rancangan jalur sudah tersedia, pelaku wisata masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantul sebelum menerapkan rute baru tersebut. Gombloh mengatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul selama ini menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku wisata jeep mengenai rencana pemindahan jalur.

Ia memperkirakan rute alternatif tersebut berpeluang mulai diterapkan pada awal November 2026. Namun, waktu pelaksanaannya masih bergantung pada informasi dan persetujuan pemerintah daerah.

“Yang jelas rute baru sudah kita buat. Sudah kita berikan ke Pemkab Bantul, tinggal menunggu persetujuan saja,” kata Gombloh.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian lebih lanjut dari pemerintah daerah mengenai jadwal pelaksanaan. Karena itu, wisatawan perlu menunggu pengumuman resmi terkait waktu pemberlakuan jalur baru tersebut.

Dinas Pariwisata Bantul Targetkan Akhir Oktober atau Awal November

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, menyambut rencana penggunaan jalur alternatif tersebut. Ia menilai rute baru tetap mampu menawarkan pengalaman berkendara yang menantang dan menarik bagi wisatawan.

“Rute baru yang kita buat itu juga tidak kalah menantang dan menarik daripada rute lama,” kata Saryadi.

Saryadi berharap pemindahan jalur dapat segera terlaksana setelah seluruh persiapan selesai. Pemerintah kabupaten akan menunggu keputusan dari Bupati Bantul atau pihak yang berwenang sebagai dasar pelaksanaan rute baru.

“Kalau harapan saya ya akhir bulan Oktober atau awal November segera dimulai,” ujarnya.

Rute Baru Berpeluang Perluas Manfaat Wisata Gumuk Pasir

Rencana perubahan jalur jeep Gumuk Pasir tidak hanya menawarkan variasi perjalanan bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan peluang untuk mengembangkan potensi pertanian di kawasan penyangga. Perpaduan wisata petualangan dan agrowisata dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman berbeda di Bantul.

Melalui skema pembelian hasil panen secara langsung, petani berpeluang menjangkau konsumen dari kalangan wisatawan. Meski demikian, penerapan rute baru masih menunggu persetujuan pemerintah daerah dan penyelesaian persiapan sebelum mulai beroperasi.

Jika berjalan sesuai harapan, jalur alternatif ini berpotensi memperkaya pilihan aktivitas wisata di kawasan Gumuk Pasir sekaligus membuka peluang pemasaran hasil pertanian bagi masyarakat setempat. (*)