Forum ekonomi Borneo edisi ketiga akan mempertemukan pelaku usaha dan pembuat kebijakan dari Indonesia, Malaysia, serta Brunei Darussalam untuk membahas perdagangan dan investasi kawasan.

Musantara, Saatini.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) bersiap menjadi pusat perhatian ekonomi regional setelah ditetapkan sebagai tuan rumah Borneo Economic Forum 2027. Penunjukan ini membuka peluang bagi Nusantara untuk memperkuat kerja sama lintas negara sekaligus memperkenalkan potensi investasi di Kalimantan Timur.

Pengumuman tersebut berlangsung dalam rangkaian penutupan Borneo Economic Forum 2026: Shaping the Future of Borneo di Hotel Hilton, Kuching, pada Rabu (7/10/2026). Forum tahun depan akan menjadi penyelenggaraan ketiga setelah kegiatan serupa berlangsung pada 2023 dan 2026.

Penetapan IKN sebagai tuan rumah menjadi momentum strategis untuk mempertemukan kepentingan ekonomi negara-negara di kawasan Borneo. Para pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan akan memiliki ruang untuk menjajaki peluang perdagangan, investasi, konektivitas, serta kolaborasi ekonomi lintas wilayah.

Indonesia, Malaysia, dan Brunei Bakal Bahas Peluang Ekonomi

Borneo Economic Forum 2027 akan melibatkan pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dari Malaysia, forum ini secara khusus mencakup partisipasi wilayah Sabah dan Sarawak yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan ekonomi Pulau Borneo.

Forum tersebut menjadi wadah untuk membahas potensi kerja sama yang dapat memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah. Sejumlah agenda utama mencakup perdagangan, investasi, konektivitas, serta pengembangan peluang bisnis di kawasan Borneo.

Kehadiran para pemimpin dan pelaku usaha dari tiga negara diharapkan membuka ruang dialog yang lebih konkret mengenai pengembangan ekonomi regional. Melalui pertemuan ini, para peserta dapat menjajaki peluang kolaborasi sekaligus memperkuat hubungan antarpemangku kepentingan.

Penunjukan IKN sebagai tuan rumah juga memberikan kesempatan bagi Nusantara untuk tampil lebih menonjol dalam pembahasan ekonomi kawasan. Selain menjadi lokasi penyelenggaraan, IKN dapat memperkenalkan arah pembangunan dan peluang investasi jangka panjang kepada peserta forum.

Basuki Hadimuljono Ungkap Arah Pembangunan IKN

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memanfaatkan forum di Kuching untuk memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara yang kini memasuki tahap kedua. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembentukan pusat pemerintahan baru, tetapi juga pada penciptaan ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Menurut Basuki, Nusantara dirancang untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Karena itu, pembangunan IKN juga diarahkan untuk menarik minat investor dan memperluas kesempatan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Nusantara tidak hanya dibangun sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga untuk membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Basuki.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa IKN memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar pusat administrasi pemerintahan. Nusantara juga diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi baru yang dapat membuka peluang bisnis di Kalimantan Timur.

Lokasi Strategis di Antara Balikpapan dan Samarinda

Posisi IKN di antara Balikpapan dan Samarinda menjadi salah satu faktor penting dalam perancangannya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi baru. Lokasi tersebut mendukung visi pembangunan Nusantara sebagai kawasan yang memiliki potensi untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dan membuka peluang investasi jangka panjang.

Dalam konteks Borneo Economic Forum 2027, posisi IKN menjadi relevan untuk memperkenalkan potensi kerja sama ekonomi kepada peserta dari berbagai wilayah. Pertemuan para pemangku kepentingan juga dapat menjadi kesempatan untuk menjajaki peluang pengembangan perdagangan, investasi, dan konektivitas di kawasan Borneo.

Meski demikian, forum tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi pembangunan IKN. Penyelenggaraannya juga diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan institusi yang memiliki kepentingan dalam pertumbuhan ekonomi regional.

Basuki Ajak Investor Melihat Langsung Perkembangan Nusantara

Basuki turut mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang menghadiri Borneo Economic Forum 2026 untuk mengunjungi IKN. Ia berharap para peserta dapat melihat langsung perkembangan pembangunan sekaligus berdiskusi dengan tim Otorita IKN mengenai peluang kerja sama.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan Nusantara kepada calon mitra dari dalam dan luar negeri. Dengan kunjungan langsung, para peserta dapat memperoleh gambaran mengenai progres pembangunan dan menjajaki kemungkinan kolaborasi yang sesuai dengan kepentingan masing-masing.

“Progres yang sudah tercapai saat ini menjadi fondasi untuk tahap selanjutnya dan akan ada lebih banyak hal untuk dicapai. Saya mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir hari ini untuk mengunjungi Nusantara, berinteraksi dengan tim kami, serta menjajaki peluang kerja sama,” ujar Basuki.

Undangan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dan institusi dalam mendukung pengembangan IKN. Otorita IKN membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk melihat perkembangan pembangunan dan mengeksplorasi peluang kolaborasi jangka panjang.

Borneo Economic Forum 2027 Jadi Momentum Kerja Sama Regional

Penyelenggaraan Borneo Economic Forum 2027 di IKN diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi lintas wilayah di Borneo. Forum ini juga menjadi ruang bagi Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk mendiskusikan peluang kolaborasi yang lebih konkret.

Dengan mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan perwakilan institusi, forum tersebut berpotensi memperluas komunikasi mengenai kebutuhan serta peluang ekonomi kawasan. Pembahasan perdagangan, investasi, dan konektivitas akan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan regional.

Bagi IKN, kesempatan menjadi tuan rumah juga menjadi ajang untuk memperkenalkan visi pembangunan Nusantara kepada komunitas ekonomi regional. Di tengah pembangunan tahap kedua, perhatian para pemangku kepentingan terhadap peluang investasi dan kerja sama dapat mendukung pengembangan ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Penunjukan ini menempatkan IKN sebagai salah satu titik pertemuan penting dalam dialog ekonomi Borneo pada 2027. Namun, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan untuk menerjemahkan diskusi forum menjadi peluang kerja sama yang konkret. (*)