Dalam pertemuan dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi di Jakarta, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak air Mesir dan pentingnya hukum internasional.

JAKARTA, Saatini.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap upaya Mesir mempertahankan hak atas sumber air Sungai Nil. Prabowo juga mengingatkan semua pihak agar menghormati hukum internasional dan menjamin kepastian akses air bagi setiap bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu. Isu hak atas air menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Prabowo menilai setiap negara perlu memperoleh kepastian akses terhadap sumber air yang dibutuhkan masyarakatnya. Karena itu, kepentingan bersama dan penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi dasar dalam menyikapi persoalan sumber daya air.

Prabowo Soroti Hukum Internasional dan Hak Air

Prabowo menyampaikan keprihatinan terhadap kemungkinan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional hingga mengurangi hak suatu bangsa untuk mendapatkan kepastian sumber air. Ia menekankan bahwa akses terhadap air merupakan persoalan penting yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Saudara-saudara sekalian, saya juga ingin tegaskan di sini khusus tentang hak air, khusus tentang Sungai Nil. Kami sangat prihatin apabila ada pemikiran-pemikiran untuk melanggar hukum internasional untuk mengurangi hak bangsa untuk mendapat kepastian sumber air,” kata Prabowo.

Melalui pernyataan itu, Indonesia menekankan pentingnya penyelesaian persoalan sumber daya air dengan mempertimbangkan hak setiap negara. Pendekatan tersebut juga menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menjaga akses terhadap air.

Indonesia Dukung Mesir Amankan Hak atas Sungai Nil

Prabowo secara terbuka menyatakan dukungan Indonesia terhadap langkah Mesir dalam menjaga hak atas airnya. Ia berharap semua pihak mengutamakan kepentingan bersama demi menjaga kepentingan kawasan.

“Kami dalam hal ini berharap semua pihak untuk meningkatkan kepentingan bersama untuk kawasan tersebut dan kami akan mendukung upaya-upaya Mesir untuk mengamankan hak-hak airnya,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Indonesia dalam mendukung upaya Mesir mempertahankan akses terhadap sumber air. Prabowo juga menekankan perlunya penghormatan terhadap prinsip hukum internasional ketika negara-negara menghadapi persoalan yang berkaitan dengan sumber daya air.

El-Sisi Tegaskan Sungai Nil Adalah Urat Nadi Mesir

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa Sungai Nil memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat negaranya. Ia menyebut sungai tersebut sebagai urat nadi kehidupan sekaligus menekankan hak Mesir atas sumber daya air itu.

El-Sisi juga menyatakan penolakan terhadap segala hal yang dapat membahayakan keamanan air Mesir. Menurutnya, perlindungan terhadap sumber air menjadi kepentingan mendasar bagi negaranya.

“Saya juga ingin (menegaskan) terkait dengan Sungai Nil sebagai urat nadi kehidupan masyarakat Mesir dan saya menegaskan sekuat tenaga bahwa Mesir memiliki haknya yang terkait dengan air tersebut dan menolak semua yang akan membahayakan dan keamanan airnya,” ujar el-Sisi.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya Sungai Nil bagi Mesir dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan dukungan Indonesia terhadap upaya Mesir menjaga hak air, sementara el-Sisi menegaskan posisi negaranya mengenai perlindungan sumber daya tersebut.

Prabowo dan El-Sisi Ingin Perluas Kerja Sama

Selain membahas persoalan hak air, el-Sisi menyampaikan apresiasi atas undangan Prabowo untuk berkunjung ke Indonesia. Ia juga mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan Presiden Indonesia.

“Saya sangat senang sekali bisa berjumpa pada hari ini dan saya ingin memperbarui ucapan terima kasih atas undangan yang begitu istimewa,” kata el-Sisi.

El-Sisi turut menyampaikan harapan untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan Mesir. Pertemuan kedua pemimpin tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangan masing-masing sekaligus menegaskan keinginan memperkuat hubungan bilateral. (*)