BRI melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham BBRI tahap II dengan alokasi hingga Rp1 triliun guna mengoptimalkan nilai pemegang saham di tengah volatilitas pasar global. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari komitmen total Rp3 triliun yang disetujui pemegang saham, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kecukupan permodalan perusahaan.
JAKARTA, saatini.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan optimismenya terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Langkah ini ditunjukkan lewat komitmen perseroan dalam melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham secara bertahap di pasar keuangan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa strategi buyback bertahap ini dirancang untuk mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham (shareholder value) dengan tetap mempertimbangkan stabilitas kondisi keuangan internal serta aturan yang berlaku.
“Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dhanny menambahkan, keputusan buyback ini turut memperhitungkan dinamika pasar global yang dinamis, mulai dari ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, pergerakan harga komoditas, hingga derasnya arus modal yang memicu volatilitas pasar keuangan nasional.
Komitmen perbankan pelat merah ini dalam menjaga stabilitas harga sahamnya telah berlangsung konsisten dalam beberapa periode terakhir:
Aksi buyback bernilai triliunan rupiah ini ditopang penuh oleh pencapaian kinerja finansial yang kuat. Hingga akhir triwulan II 2026, BRI berhasil membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.
Pertumbuhan kinerja perseroan juga tecermin dari berbagai indikator utama:
Kinerja mentereng ini kian kokoh berkat fondasi likuiditas dan permodalan yang sangat sehat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI berada di level 21,5 persen, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga optimal di angka 90,8 persen.
Kondisi tersebut memberikan ruang gerak yang sangat memadai bagi perseroan untuk terus menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara berkelanjutan.
“Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” kata Dhanny.