Saatini AMP
News

Harga Beras Melonjak, Ini Langkah Strategis Bapanas

Bapanas mengambil langkah strategis dengan mempercepat distribusi beras SPHP dan bantuan pangan untuk meredam lonjakan harga di Zona 2 dan Zona 3, yang kini menjadi perhatian khusus setelah harga di wilayah tersebut naik signifikan. Langkah ini didukung oleh sinergi lintas sektor serta ketersediaan cadangan beras pemerintah yang melimpah sebesar 3,8 juta ton guna menjamin stabilitas pasokan nasional.

Oleh Gatot Wahyu
Harga Beras Melonjak, Ini Langkah Strategis Bapanas

JAKARTA, saatini.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah cepat untuk meredam tren kenaikan harga beras jenis medium dan premium di wilayah Zona 2 (Sumatra selain Lampung/Sumsel, NTT, Kalimantan) dan Zona 3 (Maluku dan Papua). Pemerintah menginstruksikan percepatan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan agar komoditas beras tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, mengungkapkan bahwa pergerakan harga beras di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi) relatif stabil, tetapi kawasan luar Jawa memerlukan perhatian khusus.

"Harga beras premium dan medium di zona 2 dan zona 3 semuanya naik, sedangkan di zona 1 cenderung aman. Karena itu, saya meminta rekan-rekan di daerah untuk mengantisipasinya," ujar Hermawan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Sinergi Lintas Sektor dan Penugasan Tambahan SPHP

Guna memastikan stabilitas pasokan di daerah terdampak, Bapanas meminta jajaran pemerintah daerah, Perum Bulog,serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri di 38 provinsi untuk bergerak serentak.

Kinerja realisasi penugasan SPHP dari Bapanas kepada Perum Bulog tercatat mengalami kemajuan signifikan:

Stok CBP Melimpah: 3,8 Juta Ton Cadangan Beras Siap Kucur

Meskipun terjadi gejolak harga di zona 2 dan 3, pemerintah memastikan ketahanan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksikan mencapai 3,8 juta ton hingga akhir 2026—menjadi salah satu capaian stok tertinggi dalam sejarah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya pemanfaatan stok cadangan tersebut langsung kepada sasaran masyarakat.

"Beras harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini siaga waspada, namun Indonesia insya Allah aman. Pangan kita kuat, apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, salurkan stok untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya," tegas Amran.

Berdasarkan pemantauan Bapanas per 5 November 2026, rata-rata harga nasional untuk beras premium berada di angka Rp16.214 per kg dan beras medium di angka Rp13.715 per kg, yang dihitung dari agregat nilai tengah tiga wilayah zonasi Indonesia