JAKARTA, saatini.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah cepat untuk meredam tren kenaikan harga beras jenis medium dan premium di wilayah Zona 2 (Sumatra selain Lampung/Sumsel, NTT, Kalimantan) dan Zona 3 (Maluku dan Papua). Pemerintah menginstruksikan percepatan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan agar komoditas beras tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, mengungkapkan bahwa pergerakan harga beras di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi) relatif stabil, tetapi kawasan luar Jawa memerlukan perhatian khusus.

"Harga beras premium dan medium di zona 2 dan zona 3 semuanya naik, sedangkan di zona 1 cenderung aman. Karena itu, saya meminta rekan-rekan di daerah untuk mengantisipasinya," ujar Hermawan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Sinergi Lintas Sektor dan Penugasan Tambahan SPHP

Guna memastikan stabilitas pasokan di daerah terdampak, Bapanas meminta jajaran pemerintah daerah, Perum Bulog,serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri di 38 provinsi untuk bergerak serentak.

Kinerja realisasi penugasan SPHP dari Bapanas kepada Perum Bulog tercatat mengalami kemajuan signifikan:

  • Penugasan Tahap I (Maret – September 2026): Target alokasi sebesar 828 ribu ton telah berhasil direalisasikan 100 persen hingga minggu keempat September.
  • Penugasan Tambahan (Akhir September – Oktober 2026): Dari alokasi tambahan sebesar 200 ribu ton,penyalurannya per 5 November 2026 telah menembus 155,3 ribu ton (77,6 persen).
  • Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026: Program bantuan pangan beras untuk triwulan terakhir tahun ini ditargetkan mulai disalurkan secara bertahap sepanjang bulan November.

Stok CBP Melimpah: 3,8 Juta Ton Cadangan Beras Siap Kucur

Meskipun terjadi gejolak harga di zona 2 dan 3, pemerintah memastikan ketahanan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksikan mencapai 3,8 juta ton hingga akhir 2026—menjadi salah satu capaian stok tertinggi dalam sejarah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya pemanfaatan stok cadangan tersebut langsung kepada sasaran masyarakat.

"Beras harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini siaga waspada, namun Indonesia insya Allah aman. Pangan kita kuat, apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, salurkan stok untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya," tegas Amran.

Berdasarkan pemantauan Bapanas per 5 November 2026, rata-rata harga nasional untuk beras premium berada di angka Rp16.214 per kg dan beras medium di angka Rp13.715 per kg, yang dihitung dari agregat nilai tengah tiga wilayah zonasi Indonesia