Kemendikdasmen menyediakan jadwal khusus dan skema fleksibel untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA di wilayah terdampak karhutla guna menjamin keselamatan murid. Kebijakan ini memungkinkan daerah seperti Kalimantan Tengah mengatur ulang waktu tes secara mandiri karena kondisi yang belum memungkinkan untuk penyelenggaraan standar.
BEKASI, saatini.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah cepat dengan menyiapkan skema khusus dan kebijakan fleksibel terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA.
Kebijakan ini ditujukan khusus bagi para murid di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna memastikan proses asesmen berjalan aman tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas mutlak yang harus diutamakan di atas segalanya. Oleh karena itu, pihaknya telah merancang penjadwalan mandiri bagi daerah-daerah yang kondisinya belum memungkinkan untuk menggelar tes secara aman.
"Karena keamanan dan keselamatan serta kesehatan murid adalah yang utama. Sudah kami jadwalkan nanti pelaksanaannya diselenggarakan secara tersendiri," ujar Mendikdasmen Mu'ti usai meninjau pelaksanaan TKA gelombang pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Lebih lanjut, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang secara resmi kepada kementerian.
Pengajuan tersebut dilayangkan melalui surat resmi menyusul situasi karhutla di daerah setempat yang dinilai belum kondusif bagi aktivitas belajar maupun pengerjaan tes oleh para siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa kementerian telah memiliki Prosedur Operasional Standar (SOP) yang komprehensif dalam menghadapi situasi darurat bencana, termasuk karhutla.
Toni memaparkan bahwa mekanisme penyesuaian jadwal TKA dirancang agar adaptif terhadap kondisi riil di setiap daerah:
"Kalau ada sesuatu yang terjadi di area itu, kami sudah punya prosedur-prosedur standar untuk memundurkan jadwal sesuai dengan keperluan mereka. Jadi, jadwal pelaksanaannya mundur sampai jadwal susulan," jelas Toni.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Kemendikdasmen juga telah menyiapkan opsi alternatif penjadwalan lanjutan apabila situasi di wilayah terdampak mengalami dinamika perubahan.
Melalui skema yang fleksibel ini, pemerintah menjamin bahwa hak pendidikan dan evaluasi siswa tetap terpenuhi dengan tetap menempatkan keselamatan jiwa sebagai hukum tertinggi.