JAKARTA, saatini.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan langkah penanganan banjir di ibu kota.

Salah satu proyek strategis yang tengah digarap adalah pembangunan Embung Penganten Ali di Jalan Penganten Ali III, RW 06, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Selain difungsikan sebagai penampung air hujan untuk meredam risiko genangan di kawasan sekitarnya, infrastruktur seluas 0,9 hektare ini dirancang dengan konsep konservasi tata air dan kelestarian ekologi lingkungan.

"Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, dapat menambah kapasitas tampungan air untuk membantu mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya," ujar Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, Kamis.

Dua Fungsi: Benteng Banjir Sekaligus Ruang Ketemu Warga

Ikhwan merincikan, Embung Penganten Ali memadukan penampang basah seluas 0,4 hektare untuk retensi air dan penampang kering seluas 0,5 hektare yang difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pendekatan ini mengusung tiga pilar utama: kelestarian lingkungan (Green), edukasi (Education), dan rekreasi (Recreation). Artinya, kawasan ini tak sekadar menjadi tempat penampungan air, tetapi juga ruang interaksi publik yang inklusif.

Untuk menunjang kenyamanan warga saat berolahraga maupun bersantai, Dinas SDA DKI melengkapi area embung dengan berbagai fasilitas, antara lain:

  • Fasilitas Umum & Rekreasi: Anjungan, jembatan penghubung, shelter berteduh, seating area (area duduk), dan gerbang warga.

  • Fasilitas Operasional & Sanitasi: Pos jaga, toilet umum, rumah cacah, serta ramp excavator untuk pemeliharaan rutin.

"Kami menginginkan agar waduk ini bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya sebagai ruang interaksi publik, warga dapat berolahraga, dan juga berekreasi," tambah Ikhwan.

Progres Pembangunan Capai 60 Persen

Secara terpisah, Camat Ciracas Panangaran Ritonga mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus menunjukkan tren positif.

"Hingga saat ini, progres pekerjaan diketahui sudah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026," pungkasi Ritonga.