Jakarta, Saatini.com - Seluruh penumpang KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di sekitar Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten, berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, tim SAR gabungan masih berupaya memadamkan sejumlah titik api yang menyala di badan kapal.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan tim gabungan telah mengevakuasi seluruh penumpang dan mengarahkan mereka ke Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak. Sementara itu, petugas masih mendata jumlah pasti penumpang dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.

“Untuk update perkembangan kecelakaan kapal KM Batumandi ini, informasi yang kami terima untuk seluruh penumpang sudah berhasil dievakuasi,” kata Rizky di Cilegon, Selasa.

Basarnas juga menyatakan belum menerima laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat ini, upaya penanganan berfokus pada pemadaman api yang masih menyala di kapal.

Evakuasi Penumpang KMP Batumandi Libatkan Berbagai Armada

Tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang KMP Batumandi secara bertahap menggunakan sejumlah armada penyeberangan dan penyelamatan. Petugas mengerahkan kapal patroli, kapal nelayan, perahu karet, hingga rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas Banten.

Setelah keluar dari kapal, seluruh penumpang diarahkan menuju Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak. Lokasi tersebut menjadi titik pengumpulan penumpang setelah proses evakuasi di perairan sekitar Pulau Merak Besar.

Penggunaan berbagai armada membantu tim gabungan menjalankan proses evakuasi di tengah penanganan kebakaran. Basarnas memastikan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi berdasarkan informasi yang diterima petugas.

Basarnas Masih Cocokkan Data Penumpang dan Manifest

Meski seluruh penumpang telah dievakuasi, Basarnas Banten masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah penumpang sesuai dengan manifest kapal. Proses ini berlangsung melalui koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Untuk dengan manifest, kami masih terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik dari pihak ASDP maupun KSOP,” tambah Rizky.

Pendataan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi setelah evakuasi. Hingga keterangan disampaikan, Basarnas belum mengumumkan jumlah pasti penumpang yang berada di kapal saat kebakaran terjadi.

Titik Api Masih Menyala, Pemadaman Jadi Prioritas

Setelah mengevakuasi seluruh penumpang, tim SAR gabungan mengalihkan fokus pada pemadaman api di badan KMP Batumandi. Basarnas menyebut sejumlah titik api masih menyala sehingga petugas perlu segera melakukan penanganan.

“Kondisi saat ini masih ada titik-titik api yang menyala. Sehingga itu yang menjadi fokus tim gabungan untuk sesegera mungkin melakukan pemadaman,” jelas Rizky.

Petugas masih berupaya menangani titik api tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kronologi Kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak

Kebakaran terjadi ketika KMP Batumandi menjalani proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa petugas darat melihat percikan api sekitar pukul 16.15 WIB. Api terdeteksi di buritan atau bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

Temuan tersebut kemudian memicu penanganan oleh petugas gabungan di sekitar pelabuhan. Tim melakukan evakuasi penumpang sekaligus berupaya mengendalikan kebakaran di kapal.

ASDP Koordinasi dengan Basarnas dan Otoritas Pelabuhan

ASDP terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, dan instansi terkait untuk mendukung penanganan insiden. Perusahaan menyatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama.

ASDP juga berkomitmen mendukung pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab kebakaran. Perusahaan menyatakan akan menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

Hingga saat ini, informasi yang disampaikan Basarnas menegaskan bahwa seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dan belum ada laporan korban jiwa. Meski demikian, petugas masih harus memadamkan titik api yang tersisa, sedangkan pendataan manifest dan pemeriksaan penyebab kebakaran terus berjalan. (*)