JAKARTA, saatini.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya dugaan penipuan berkedok pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Masyarakat yang merasa menjadi korban diminta segera mengumpulkan seluruh bukti komunikasi dan dokumen pendukung untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa bukti-bukti seperti tangkapan layar pesan singkat, identitas pelaku yang menghubungi, hingga berkas dokumen klaim palsu sangat krusial untuk memproses hukum para oknum yang memanfaatkan nama instansi pemerintah.
"Langkah ini penting agar dugaan penyalahgunaan nama BGN dapat ditangani secara tepat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Khairul Hidayati saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Pendaftaran SPPG Gratis
Khairul mengingatkan publik agar tidak terburu-buru mengambil keputusan finansial atau mempercayai klaim individu yang mengaku sebagai perwakilan maupun "orang dekat" pejabat BGN. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan pengajuan dan verifikasi titik lokasi SPPG yang sah sama sekali tidak dipungut biaya (gratis).
Masyarakat diimbau selalu melakukan verifikasi informasi melalui saluran resmi dan tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Pendaftaran kemitraan yang resmi hanya dapat diakses melalui portal resmi mitra.bgn.go.id, bukan melalui calo atau perantara yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Guna mempermudah pengaduan, BGN telah menyediakan sejumlah saluran resmi untuk menangani laporan masyarakat, di antaranya:
- Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI): Hotline 127
- Lapor Mas Dar!
- SP4N-LAPOR! BGN
- PO BOX 45000
- Pusat Pelayanan Terpadu Kantor BGN: Layanan tatap muka melalui mekanisme janji temu.
Modus Jual Beli Lokasi Dapur
Langkah tegas BGN ini menyusul ditemukannya sejumlah laporan penipuan dengan modus menawarkan bantuan pengurusan titik lokasi dapur MBG demi mendapatkan imbalan sejumlah uang. Para pelaku kerap mengatasnamakan pejabat atau sosok sakti di lingkungan BGN untuk meyakinkan korbannya.
Salah satu kasus besar yang kini tengah ditangani kepolisian adalah dugaan penipuan pembangunan dapur MBG di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam perkara ini, pelaku mengimingi korban mulai dari janji penyediaan lokasi, pembangunan fisik gedung, hingga jaminan kesiapan operasional dapur.
BGN secara penuh mendukung proses hukum atas kasus tersebut, di mana kepolisian telah menetapkan seorang tersangka berinisial S sejak 29 Mei 2026 setelah menimbulkan kerugian korban hingga mencapai Rp950 juta.
BGN memastikan akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan penipuan yang mencoreng program prioritas nasional tersebut.
Tinggalkan Komentar