JAKARTA, Saatini.com — Insiden penerbangan terjadi di Bandar Udara Bilorai, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Pesawat milik PT Asian One Air mengalami insiden keluar landasan saat mendarat, tetapi seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil selamat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi kejadian yang melibatkan pesawat jenis Cessna 208B dengan nomor registrasi PK-LTF tersebut. Pesawat itu melayani penerbangan perintis penumpang dengan rute Timika-Sugapa.

Kronologi Pesawat Asian One Keluar Landasan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat berangkat dari Timika pada pukul 07.40 WIT dan tiba di Sugapa pada pukul 08.38 WIT, Sabtu.

Berdasarkan laporan awal, proses pendaratan di landasan pacu atau runway 09 semula berlangsung normal. Namun, ketika menyentuh landasan, pesawat bergerak ke arah kiri hingga keluar dari runway dan berhenti di area rerumputan di sisi landasan.

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian roda utama pesawat. Meski demikian, seluruh orang yang berada di dalam pesawat atau person on board (POB) berhasil selamat.

Delapan Penumpang dan Dua Awak Pesawat Selamat

Kemenhub memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Total terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas delapan penumpang dan dua awak pesawat.

"Dalam kejadian tersebut, seluruh penumpang di dalam pesawat (person on board/POB), yang terdiri atas delapan penumpang dan dua awak pesawat, dilaporkan selamat," ujar Lukman.

Ia menambahkan, kerusakan pesawat sejauh ini dilaporkan terjadi pada bagian roda utama. Sementara itu, pihaknya terus mengumpulkan informasi untuk mengetahui lebih lanjut kondisi pesawat dan penyebab insiden.

Kemenhub Koordinasi dengan Otoritas Bandara dan Asian One Air

Setelah menerima laporan kejadian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani insiden dan mengumpulkan informasi teknis di lokasi.

Lukman menegaskan, keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi prioritas utama dalam penanganan awal. Kemenhub juga memastikan seluruh langkah penanganan mengikuti prosedur yang berlaku.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengetahui lebih lanjut kejadian ini,” tutur Lukman.

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, turut berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke.

Koordinasi tersebut mencakup penanganan insiden dan pendampingan di lokasi kejadian. Kemenhub juga berkomunikasi dengan manajemen PT Asian One Air untuk memperoleh data teknis terkait pesawat Cessna 208B PK-LTF.

Penerbangan ke Sugapa Dialihkan Kembali ke Timika

Insiden di Bandara Bilorai turut memengaruhi operasional sejumlah penerbangan menuju Sugapa. Berdasarkan koordinasi pengelola Bandara Bilorai dan Airnav Indonesia, beberapa penerbangan yang menuju wilayah tersebut akan dialihkan kembali ke Timika melalui mekanisme return to base (RTB).

Pengalihan tersebut menjadi bagian dari penanganan operasional setelah insiden pesawat Asian One Air. Namun, Kemenhub belum menyampaikan rincian jumlah penerbangan yang terdampak maupun durasi pengalihan.

Penyebab Insiden Masih Menunggu Hasil Pengumpulan Data

Hingga informasi awal disampaikan, Kemenhub masih mengumpulkan dan memverifikasi data untuk mengetahui lebih jauh penyebab pesawat keluar dari landasan. Belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang membuat pesawat bergerak ke kiri setelah menyentuh runway.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau perkembangan penanganan kejadian serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kemenhub menyatakan informasi lanjutan akan disampaikan setelah memperoleh data dan fakta tambahan yang telah diverifikasi.

Dengan seluruh penumpang dan awak pesawat selamat, fokus penanganan saat ini mencakup tindak lanjut insiden, pengumpulan data teknis pesawat, serta koordinasi operasional penerbangan di Bandara Bilorai, Intan Jaya, Papua Tengah. (*)