Polisi menyelidiki insiden Caravan PK-LTF di Bandara Bilorai, Intan Jaya, setelah muncul informasi ban pesawat terlepas saat mendarat.
JAKARTA, Saatini.com — Insiden pesawat tergelincir terjadi di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu pagi. Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air mengalami insiden saat mendarat hingga keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa-rawa di sisi landasan.
Insiden tersebut menyebabkan dua anggota TNI mengalami luka akibat benturan. Sementara itu, enam penumpang lainnya dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepolisian Resor Intan Jaya kini menyelidiki penyebab insiden, termasuk informasi awal mengenai ban pesawat yang dikabarkan terlepas ketika pesawat hendak mendarat. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.
Polisi Selidiki Penyebab Pesawat Asian One Tergelincir
Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori mengatakan jajarannya masih mengumpulkan informasi untuk mengungkap penyebab pesawat keluar dari jalur pendaratan. Penyelidikan mencakup keterangan saksi dan informasi mengenai kondisi pesawat saat insiden terjadi.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden tergelincirnya pesawat tersebut, termasuk informasi mengenai ban pesawat yang dikabarkan lepas ketika hendak melakukan pendaratan,” kata Sofian saat dihubungi dari Nabire, Sabtu.
Informasi mengenai ban yang terlepas menjadi salah satu bagian yang didalami polisi. Namun, penyebab pasti insiden tersebut belum diketahui karena penyelidikan masih berlangsung.
Kronologi Pesawat Keluar Landasan di Bandara Bilorai
Pesawat Caravan PK-LTF itu dipiloti Captain Riza dengan kopilot Captain Andi. Pesawat mendarat sekitar pukul 08.30 WIT dengan membawa delapan penumpang dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat sipil.
Delapan penumpang tersebut terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil. Dengan demikian, pesawat membawa dua awak penerbangan dan delapan penumpang saat insiden terjadi.
Berdasarkan keterangan awal, pilot mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas ketika pesawat menyentuh landasan. Sejumlah penumpang juga merasakan bunyi dan hentakan dari bagian bawah pesawat saat proses pendaratan berlangsung.
Setelah mengalami kondisi tersebut, pilot membelokkan pesawat ke arah kiri hingga keluar dari jalur pendaratan. Pesawat kemudian masuk ke area rawa-rawa yang berada di sisi landasan Bandara Bilorai.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada pesawat. Polisi kini mendalami rangkaian kejadian, termasuk keterangan mengenai bunyi dan hentakan yang dirasakan penumpang serta dugaan terlepasnya ban pesawat.
Dua Anggota TNI Terluka Akibat Benturan
Dampak insiden ini dirasakan oleh dua anggota TNI yang berada di dalam pesawat. Keduanya mengalami luka akibat benturan ketika pesawat tergelincir saat mendarat.
Anggota pertama, Serka Matheus, mengalami luka di bagian pinggang. Sementara itu, Koptu Johar mengalami luka di bagian kepala akibat benturan.
Adapun enam penumpang lainnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden pesawat Asian One Air tersebut.
Meski jumlah korban jiwa nihil, insiden ini tetap menjadi perhatian aparat karena melibatkan pesawat yang melayani penerbangan menuju Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Polisi pun terus mengumpulkan keterangan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.
Olah TKP dan Keterangan Saksi Jadi Fokus Penyelidikan
Polres Intan Jaya telah melakukan olah TKP serta mengamankan lokasi kejadian. Langkah tersebut bertujuan mendukung pengumpulan informasi dan proses penyelidikan atas insiden tergelincirnya pesawat.
Polisi juga mendalami keterangan pilot, penumpang, dan saksi lain yang mengetahui kejadian tersebut. Informasi mengenai kondisi pesawat, termasuk dugaan ban terlepas saat menyentuh landasan, menjadi bagian dari bahan yang perlu ditelusuri.
Hingga keterangan awal disampaikan, kepolisian belum mengumumkan kesimpulan mengenai penyebab insiden. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan rangkaian kejadian yang membuat pesawat keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa-rawa.
Fakta Awal Insiden Pesawat Asian One Air
Berikut sejumlah fakta yang diketahui dari keterangan awal kepolisian mengenai insiden di Bandara Bilorai:
1. Pesawat yang mengalami insiden merupakan Caravan PK-LTF milik Asian One Air.
2. Insiden terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu pagi.
3. Pesawat dipiloti Captain Riza dan didampingi kopilot Captain Andi.
4. Pesawat membawa delapan penumpang, yakni tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, dan empat warga sipil.
5. Dua anggota TNI, Serka Matheus dan Koptu Johar, mengalami luka di bagian pinggang dan kepala akibat benturan.
6. Enam penumpang lainnya selamat dan tidak ada korban jiwa.
7. Polisi menyelidiki dugaan ban pesawat terlepas saat menyentuh landasan, tetapi penyebab pasti insiden belum diketahui. (*)
Tinggalkan Komentar