CILEGON, saatini.com - Kebakaran hebat menimpa kapal motor penyeberangan KMP Batumandi di perairan dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Insiden ini terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.34 WIB, hanya berjarak sekitar 700 meter dari Dermaga 6 (Dermaga Eksekutif).

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi bahwa berdasarkan manifest resmi, kapal tersebut mengangkut total 420 orang penumpang beserta 89 unit kendaraan.

"Dari total penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki. Tidak ada korban meninggal dunia dalam musibah ini," tegas Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, Rabu (21/10/2026).

Evakuasi Cepat 

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari atas kapal berkat kesiapsiagaan tim gabungan serta pertolongan spontan dari warga setempat.

Meskipun tidak ada korban jiwa, sebanyak 16 orang penumpang sempat membutuhkan penanganan medis akibat luka-luka dan gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal. Gubernur Banten, Andra Soni, merinci bahwa 11 orang dirawat di Puskesmas Pulomerak dan lima orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Krakatau Medika.

"Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penumpang yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendapatkan penanganan medis secara maksimal," ungkap Gubernur Banten, Andra Soni.

Dalam proses penyelamatan darurat tersebut, ketangguhan dan kesetiakawanan sosial masyarakat lokal menjadi sorotan utama. Para nelayan di sekitar Merak secara sukarela menerjang perairan menggunakan perahu mereka untuk membantu mengevakuasi bayi, anak-anak, dan lansia dari kapal yang mulai dipenuhi asap.

Gubernur Banten menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas respons cepat masyarakat sekitar yang bahu-membahu menyelamatkan para korban.

Mengenai pemicu kebakaran kapal, Polda Banten menegaskan bahwa tim ahli masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan.

"Untuk kronologi lengkap dan penyebab pasti kebakaran, kami mohon masyarakat bersabar. Tim penyelidik akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap penyebab utama musibah ini," pungkas Kombes Pol Maruli Hutapea.