JAKARTA, saatini.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bakal menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki penyebab terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan sekitar Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten.

Insiden tersebut terjadi ketika kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10) sore.

Penyelidikan intensif dilakukan guna memastikan apakah peristiwa tersebut dipicu oleh gangguan teknis atau faktor nonteknis.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa jajarannya melalui Korps Kepolisian Perairan (Korpolair) siap bergerak penuh membantu proses pengungkapan kasus ini.

Langkah penyelidikan ini dipandang krusial untuk memetakan ada atau tidaknya unsur kesengajaan di balik terbakarnya kapal penyeberangan tersebut.

“Kita Polri, Korps Kepolisian Perairan (Korpolair), nanti juga turun untuk membantu penyelidikan, apakah ini terjadi karena faktor teknis atau ada nonteknis,” kata Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

“Karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin sengaja melakukan sebuah upaya yang tidak baik, ya. Tapi ini perlu pendalaman, sehingga kita akan terus bekerja sama dengan jajaran Menhub,” tambahnya menegaskan fokus investigasi kepolisian.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden mencekam tersebut.

Proses evakuasi darurat berjalan cepat dan sigap sehingga seluruh penumpang serta awak kapal berhasil diselamatkan tanpa cedera. 

Guna membongkar akar masalah kejadian ini, Menhub telah meminta Polri melakukan investigasi mendalam serta menginstruksikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memeriksa secara menyeluruh dari aspek teknis maupun nonteknis.

Sebelumnya, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi insiden kebakaran yang menimpa salah satu armada kapalnya tersebut.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa KMP Batumandi semula bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.52 WIB menuju Banten.

Namun, saat kapal mendekati titik sandar sekitar pukul 16.15 WIB, petugas di lapangan mendapati adanya percikan api yang muncul dari buritan bagian belakang kapal, tepatnya di area dek atas tempat muat kendaraan kecil.

Merespons situasi darurat tersebut, sejumlah armada kapal penyelamat dari unsur tim SAR gabungan dan kepolisian langsung dikerahkan ke titik koordinat kebakaran untuk mempercepat pemindahan seluruh penumpang ke area steril.