JAKARTA, saatini.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan senilai Rp2,03 miliar untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana bantuan tersebut berasal dari kontribusi Pemerintah Kota Bandung, Bank BJB, serta masyarakat Kota Bandung. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang kini mulai memasuki tahap pemulihan awal setelah bencana.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat NTT melalui Baznas.

“Terima kasih kepada Pemkot Bandung, Bank BJB, dan seluruh warga Kota Bandung atas kepedulian untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak gempa. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan untuk Baznas menyalurkan bantuan ini kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kebutuhan Korban Mulai Bergeser

Menurut Sodik, kebutuhan masyarakat terdampak gempa mulai berubah seiring masuknya fase pemulihan awal.

Jika pada masa tanggap darurat kebutuhan utama berkaitan dengan bantuan dasar, kini warga membutuhkan dukungan untuk hunian sementara serta fasilitas umum darurat.

Fasilitas tersebut mencakup ruang kelas bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga tempat ibadah sementara.

Karena itu, bantuan Rp2,03 miliar tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemulihan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Berikut bentuk bantuan yang disalurkan Baznas: 15 unit hunian sementara (huntara), 1 unit MCK darurat, 1.000 paket logistik keluarga, 1.000 paket perlengkapan tidur, 2 unit masjid darurat, 1 unit sekolah darurat, 1 paket mebel sekolah, 280 paket pelengkap sekolah, 120 paket perlengkapan ibadah,Penyediaan air bersih, Layanan kesehatan, Layanan psikososial, serta Perlindungan bagi kelompok rentan.

Beragam bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat proses pemulihan setelah bencana gempa bumi.

Percayakan Penyaluran kepada Baznas

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandung Nasrulloh Jamaludin mengatakan pihaknya mempercayakan penyaluran bantuan kepada Baznas RI karena lembaga tersebut memiliki jaringan yang luas serta pengalaman dalam menangani penyaluran bantuan kebencanaan.

“Kita tahu Baznas RI mempunyai jaringan atau turunan di berbagai daerah, baik di kota maupun kabupaten. Jadi, untuk penanganan bencana, penyalurannya lebih mudah melalui Baznas. Harapannya, mudah-mudahan apa yang kita berikan dari warga masyarakat Kota Bandung ini bermanfaat untuk korban bencana di NTT,” ujar Nasrulloh.

Menurut dia, keberadaan jaringan Baznas di berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang memudahkan distribusi bantuan hingga ke wilayah terdampak.

Dukungan terhadap penyaluran bantuan juga datang dari Bank BJB.

Perwakilan Bank BJB, Ryza Sativa, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama Baznas agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa NTT dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan yang terkumpul benar-benar menjawab kebutuhan warga di lokasi bencana.

Bantuan Tak Terpusat 

Ketua Baznas Kota Bandung Momon Ahmad Imron Sutisna menjelaskan, bantuan yang dihimpun Baznas Kota Bandung selanjutnya dikelola dan disalurkan oleh Baznas RI.

Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen atau penilaian kebutuhan di wilayah terdampak.

Dengan mekanisme tersebut, bantuan tidak hanya dipusatkan pada satu titik, tetapi dialokasikan ke sejumlah program sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Bantuan tersebut dialokasikan untuk sejumlah program dan tidak hanya dipusatkan di satu lokasi,” ujar Ahmad Imron.