YOGYAKARTA, saatini.com – Suasana audiensi di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendadak tegang setelah sekelompok massa dari Forum Kebangsaan DIY melancarkan aksi spontan menurunkkan foto resmi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dari dinding Ruang Badan Anggaran (Banggar), Rabu (4/11/2026).

Aksi yang dihadiri sejumlah tokoh daerah—termasuk mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta Syukri Fadholi dan Pembina Forum Kebangsaan DIY Muhammad Chirzin—dilakukan saat massa menyampaikan aspirasi seputar kebangsaan dan tuntutan pemakzulan kepada pimpinan legislatif DIY.

"Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan bahwa penurunan Gibran adalah harga mati. Sekali lagi saya katakan, seandainya DPR tidak memakzulkan Gibran, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat," tegas Muhammad Chirzin di lokasi acara.

Sri Sultan HB X Sayangkan Aksi Pencopotan Foto Simbol Negara

Menanggapi insiden penurunan foto Wakil Presiden tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono Xmenyampaikan kekecewaan dan imbauan tegas usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD DIY.

Sultan menekankan pentingnya menjaga etika serta stabilitas politik dengan menghormati pejabat negara yang masih menjabat secara sah di mata hukum.

“Pendapat saya pribadi, ya selama wakil presiden belum turun atau belum berganti, ya jangan. Selama pejabat negara masih menjalankan tugas secara sah, tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sebaiknya dihindari,” tegas Sri Sultan HB X.

Klarifikasi DPRD DIY: Murni Spontanitas Massa Audiensi

Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengonfirmasi bahwa aksi pencopotan foto tersebut terjadi secara mendadak akibat emosi spontan dari peserta audiensi yang hadir.

Meski demikian, jajaran Sekretariat DPRD DIY langsung bergerak cepat mengembalikan foto Wakil Presiden RI ke posisi semula sesaat setelah forum dialog resmi berakhir.

“Ya intinya di antara mereka itu sudah tidak senang lihat foto itu. Secara spontanitas mereka kemudian maju ke depan untuk menurunkan. Namun setelah audiensi selesai, foto sudah kembali dipasang di tempat semula,” pungkas Imam Taufik.