JAKARTA, saatini.com - Personel Koops Habema TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir berhasil merebut senjata dan sejumlah perlengkapan milik anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Penyitaan ini dilakukan setelah kontak tembak pecah di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Selasa (3/11).

Berdasarkan siaran pers resmi Koops TNI Habema yang diterima di Jakarta, Jumat, langkah tegas tersebut diambil dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat Papua dari ancaman kelompok bersenjata.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, membeberkan bahwa kontak tembak bermula saat personel TNI menggelar patroli rutin di wilayah Kampung Kimbule.

"Patroli untuk menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan," ungkap Wirya.

Kronologi Penyergapan Markas Persinggahan OPM

Di tengah penyisiran jalur patroli, personel TNI mendapati sebuah bangunan kayu yang mencurigakan di area perkampungan tersebut. Saat tim bergerak mendekati bangunan untuk melakukan pemeriksaan, dua orang tak dikenal mendadak keluar dan berupaya melarikan diri.

Personel TNI di lapangan sempat memberikan imbauan agar kedua orang tersebut berhenti. Namun, imbauan tidak diindahkan dan malah direspons dengan tembakan, hingga memicu aksi saling tembak antara prajurit TNI dan kelompok tersebut.

"Kontak tembak berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya melaksanakan pengamanan lokasi dan menemukan sejumlah persenjataan serta perlengkapan yang ditinggalkan," jelas Wirya.

Barang Bukti yang Disita 

Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, prajurit TNI melakukan penggeledahan di dalam bangunan persinggahan tersebut. Berbagai barang bukti langsung diamankan petugas, antara lain:

  • Senjata Api & Munisi: 1 pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, dan amunisi aktif.
  • Senjata Tradisional & Tajam: Busur dan anak panah, serta senjata tajam.
  • Perlengkapan Lainnya: Perangkat komunikasi, dokumen internal kelompok, serta peralatan penunjang lainnya.

Seluruh temuan barang bukti tersebut telah disita untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Jaga Keamanan Papua

Menyikapi insiden ini, Wirya menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh untuk terus membentengi warga Papua dari berbagai aksi anarkis dan gangguan keamanan kelompok bersenjata.

Ia memastikan bahwa kegiatan patroli keamanan di wilayah-wilayah rawan akan terus ditingkatkan secara berkala demi menjamin kenyamanan aktivitas masyarakat setempat.