SUMEDANG, saatini.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memasuki babak akhir penentuan Seleksi Penerimaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026. Dari total 1.820 peserta yang tersisa di tahapan puncak,Kemendagri menyediakan kuota kelulusan resmi sebanyak 1.410 praja.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengungkapkan bahwa ribuan peserta yang kini bertahan merupakan hasil penyaringan super ketat dari total 21.734 pendaftar dari seluruh penjuru Nusantara.

"Dari seluruh Indonesia, jumlah pendaftar mencapai 21.734 orang. Setelah dilakukan tes pertama, yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), sebanyak 4.156 orang dinyatakan lolos sebelum diseleksi hingga 1.410 kuota terpenuhi,” terang Bima Arya di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Perjalanan Seleksi Ketatp

Proses penyaringan berjalan berlapis untuk memastikan hanya calon abdi negara terbaik yang diterima:

  • Pendaftaran Awal: 21.734 peserta mendaftar secara nasional.
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): 4.156 peserta dinyatakan lolos SKD.
  • Tes Bahasa Inggris & Kesehatan I: Menyisakan 1.820 peserta untuk melaju ke babak penentuan.
  • Tahap Akhir: Uji kesamaptaan, pemeriksaan kesehatan dalam (termasuk hasil rontgen organ dalam), serta wawancara komprehensif.

Mengenai tes wawancara, Bima Arya menekankan pentingnya pengujian pemahaman Pancasila, UUD 1945, tata kelola politik pemerintahan, hingga kemampuan berpikir kritis serta adaptasi calon praja.

Sistem Penilaian Transparan Pakai Dokumentasi Berbasis 'VAR'

Guna menjamin integritas dan objektivitas, Kemendagri memastikan seluruh rangkaian tes terdokumentasi secara rinci.Sistem ini disiapkan sebagai bahan evaluasi resmi jika ada peserta yang mengajukan keberatan atas hasil tes.

“Kami ingin melihat bagaimana penilaian dilakukan secara objektif. Kalau peserta nantinya bisa mengajukan komplain, kita memiliki datanya. Datanya seperti VAR (Video Assistant Referee) dalam pertandingan sepak bola,” tegas Bima.

Kuota Terbuka Tanpa Sekat Jenis Kelamin

Salah satu poin penting pada penerimaan IPDN 2026 kali ini adalah tidak adanya pembagian kuota khusus berdasarkan jenis kelamin.

Sebanyak 1.410 kuota yang tersedia dibuka secara kompetitif, di mana peserta putra maupun putri bersaing secara adil dalam satu tolok ukur penilaian yang sama demi mencetak calon pemimpin pemerintahan berkualitas.