JAKARTA, saatini.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa seluruh kebutuhan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib disuplai oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan program strategis nasional tersebut memberikan dampak perputaran ekonomi secara langsung bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
"Semua yang terkait dengan pangan ini berhubungan langsung dengan UMKM. Untuk program Makan Bergizi Gratis, supplier-nya harus UMKM. Pertanian harus dari UMKM," tegas Zulhas saat membuka pameran pertanian Agrinex di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Kebutuhan Pasokan Besar
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per Juli 2026, ekosistem program MBG saat ini didukung oleh 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani hingga 57 juta jiwa penerima manfaat.
Namun, jumlah UMKM lokal yang terhubung dalam ekosistem rantai pasok tersebut baru mencakup 63.189 unit usaha.Untuk mengejar ketimpangan tersebut dan mempermudah konsolidasi pasokan di tingkat daerah, pemerintah mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Koperasi di setiap desa dan kelurahan ini bakal bertindak sebagai wadah penampung hasil tani dan produksi UMKM lokal sebelum disalurkan ke dapur-dapur SPPG.
"Sehingga nanti UMKM akan di-manage di Koperasi Merah Putih per desa dan per kelurahan," tambah Zulhas.
Perkuat Permodalan
Guna menunjang kapasitas produksi dan permodalan UMKM lokal agar mampu memenuhi standar kebutuhan MBG,pemerintah resmi memperkuat skema pembiayaan mikro. Suku bunga kredit PNM Mekaar dipangkas signifikan menjadi maksimal 8 persen flat per tahun.
Kebijakan penurunan suku bunga bagi kaum perempuan prasejahtera ini telah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 74 Tahun 2026.
Saat ini, aturan tersebut tengah memasuki tahap finalisasi perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian UMKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan pihak PNM, sebelum diluncurkan secara resmi ke publik.
Melalui integrasi rantai pasok lokal dan permodalan murah ini, pemerintah optimistis program Makan Bergizi Gratis mampu menjadi motor penggerak utama ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta UMKM desa.
Tinggalkan Komentar