Anggota VI BPK RI periode 2024–2029 itu meninggal dunia saat menjalankan tugas negara di Moskow, Rusia, pada usia 56 tahun. Rekan-rekannya mengenang Fathan sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan dekat dengan banyak orang.

Jakarta, Saatini.com – Kabar wafatnya Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Fathan Subchi pada Minggu, 25 Oktober 2026, meninggalkan duka bagi keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dua pengurus partai tersebut mengenang Fathan sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan selalu berusaha membantu orang lain.

Fathan mengembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas negara di Moskow, Rusia. BPK RI mengonfirmasi kepergian anggota periode 2024–2029 tersebut pada usia 56 tahun.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB Hasanuddin Wahid, yang akrab disapa Cak Udin, mengenang Fathan sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Menurutnya, almarhum juga menjalani berbagai aktivitas dengan santai meski menghadapi banyak persoalan.

“Beliau sosok yang humble, pekerja keras, ringan hati, dan suka menolong,” kata Hasanuddin kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Fathan Subchi Dikenang sebagai Pejabat yang Selalu Membuka Pintu

Bagi Hasanuddin, Fathan memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan pejabat publik. Di tengah berbagai persoalan dan kerumitan kehidupan, almarhum mampu menjalani aktivitasnya tanpa terlihat terbebani.

“Di tengah dunia yang dipenuhi masalah dan berbagai kerumitan, Mas Fathan seolah menjalani semuanya dengan enteng dan tanpa banyak beban,” tuturnya.

Hasanuddin juga menyoroti kebiasaan Fathan yang membuka ruang bagi siapa saja untuk bertemu dengannya. Bahkan, almarhum dikenal bersedia menerima tamu di rumahnya hampir sepanjang hari.

“Mana ada pejabat yang membuka pintu rumahnya nyaris 24 jam bagi siapa saja yang ingin bertandang? Mana ada pejabat yang rutin menggelar pengajian setiap Rabu malam selama bertahun-tahun?” katanya.

Kebiasaan tersebut mencerminkan kedekatan Fathan dengan masyarakat dan orang-orang di sekitarnya. Hasanuddin menilai almarhum tidak membangun jarak berlebihan meski menduduki jabatan publik.

Ia juga mengenang Fathan sebagai pejabat yang tidak mengandalkan protokoler berlebihan saat menerima tamu. Selain itu, almarhum dikenal berusaha memenuhi permintaan bantuan selama dirinya memiliki kemampuan untuk membantu.

“Mana ada pejabat negara yang menerima tamu tanpa protokoler berlebihan? Mana ada pejabat yang nyaris tak pernah berkata tidak ketika dimintai tolong, sepanjang dirinya mampu membantu?” ujar Hasanuddin.

Senior PKB yang Mengayomi Juniornya

Kenangan serupa disampaikan Ketua DPP PKB Bidang Komunikasi dan Informatika Ahmad Iman Sukri. Ia menyebut Fathan sebagai sosok baik sekaligus pejuang partai yang memiliki hubungan dekat dengan sesama kader.

“Ya, Mas Fathan ini orang baik, kemudian pejuang PKB,” ujar Ahmad kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Ahmad juga menilai Fathan sebagai senior yang mampu memberikan dukungan kepada kader-kader yang lebih muda. Sikap pengertian dan kepedulian almarhum membuatnya meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya di PKB.

“Dia senior yang baik. Senior yang mengayomi juniornya. Orangnya juga pengertian. Pokoknya enggak ada cacat lah Mas Fathan di mata saya,” katanya.

Karena itu, Ahmad mengaku terkejut dan sedih ketika menerima kabar wafatnya Fathan. Ia pertama kali mengetahui kabar tersebut dari Wakil Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB Faisol Riza.

“Saya dapat kabar dari Pak Faisol Riza. Dia WA saya. Kemudian, saya dapat kabar dari grup juga, di-share (dibagikan, red.) oleh Pak Faisol Riza juga. Kaget, langsung saya telepon Pak Wamen,” ujarnya.

Wafat Saat Menjalankan Tugas Negara di Moskow

Kepergian Fathan terjadi ketika dirinya sedang menjalankan kunjungan kerja di Rusia. Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK RI mengumumkan kabar duka tersebut melalui siaran pers pada Minggu, 25 Oktober 2026.

“BPK dengan ini menyampaikan bahwa Anggota VI BPK periode 2024-2029, Fathan Subchi, telah berpulang pada Minggu, 25 Oktober 2026, pada usia 56 tahun,” demikian pernyataan BPK.

Kabar tersebut menegaskan bahwa Fathan meninggal dunia ketika masih menjalankan tanggung jawabnya sebagai pejabat negara. Kepergiannya pun meninggalkan kenangan bagi rekan-rekan yang mengenalnya melalui aktivitas politik maupun tugas publik.

Ahmad Iman Sukri berharap almarhum mendapatkan akhir kehidupan yang baik atau husnul khatimah. Ia juga menyampaikan penghormatan atas kepergian Fathan saat menjalankan tugas negara di Rusia.

“Semoga husnul khatimah karena beliau lagi kunjungan kerja, tugas negara di Rusia. Syahid beliau wafat ketika tugas negara,” ujarnya.

Warisan Keteladanan Fathan Subchi bagi Rekan dan Kader PKB

Bagi para pengurus PKB yang mengenalnya, Fathan bukan sekadar senior partai atau pejabat negara. Mereka mengingatnya sebagai pekerja keras yang tetap rendah hati, terbuka terhadap orang lain, dan berusaha membantu ketika seseorang membutuhkan pertolongan.

Kebiasaannya menerima tamu tanpa protokoler berlebihan serta menggelar pengajian setiap Rabu malam menjadi bagian dari kenangan yang disampaikan Hasanuddin. Sementara itu, Ahmad menyoroti sikap Fathan yang mengayomi junior dan menjaga hubungan baik dengan sesama kader.

Kepergian Fathan Subchi pada usia 56 tahun mengakhiri perjalanan tugasnya sebagai Anggota VI BPK RI periode 2024–2029. Namun, bagi rekan-rekannya di PKB, sikap rendah hati, kepedulian, dan kesediaannya membantu orang lain menjadi bagian penting dari sosok yang mereka kenang. (*)